PEMETAAN SEBARAN KONSENTRASI FOSFAT DI DESA BULUH CINA SUNGAI KAMPAR
DOI:
https://doi.org/10.37859/sainstekes.v2i0.2878
Abstrak
Penelitian ini telah dilakukan pada bulan agustus 2019 di desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola sebaran fosfat dengan menggunakan software Surfer di sungai Kampar, Hutan Wisata Buluh Cina. Penentuan titik pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik Purposive Sampling, dimana terdapat 5 stasiun penelitian berdasarkan pertimbangan tujuan. Pengambilan sampel dilakukan di permukaan sungai dan di sedimen sungai. Konsentrasi fosfat pada permukaan sungai berkisar antara 0,0170 mg/L sampai 0,0470 mg/L. Pada konsentrasi fosfat pada sedimen dasar berkisar antara12,062mg/L sampai 45,487 mg/L. Hasil Surfer dari sebaran fosfat di permukaan menunjukkan bahwa Stasiun 1 merupakan tingkat pencemar yang tertinggi karena memilki warna paling gelap. Sedangkan hasil pemetaan sebaran fosfat di sedimen menunjukkan bahwa Stasiun 4 merupakan tingkat pencemar yang tertinggi. Fosfat di sedimen lebih tinggi daripada di perairan sungai karena fosfat cenderung mengendap di dasar perairan.
Unduhan
Referensi
Andzanil, Muhammad Wafa. 2018. Hubungan BOD dan Fosfat Terhadap Markobentos Berdasarkan Nilai IP (Indeks Pencemaran) dan Estimasi Persebaran dengan Menggunakan Software Surfer 8 Studi Kasus: PLTGU Indonesia Power, Tanjung Emas, Semarang Utara, Kota Semarang. Skripsi. Semarang: Universitas Diponegoro.
Badan Standarisasi Nasional. (1991). Metode pengambilan contoh kualitas air. 48.
Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air: Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Yogyakarta: Kanisius.
Hasibuan, Ika Fitria. 2017. Status Kualitas Air dan Kesuburan Perairan Waduk PLTA Koto Panjang, Provinsi Riau. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. Vol. 22 (3): 147155.
Marlina, E. 2009. Studi Kandungan Bahan Organik di Perairan yang Dipengaruhi Aktivitas Jaring Apung di Waduk Saguling Jawa Barat. Skripsi. Bandung: Institut Pertanian Bogor.
Purnama, et al. (2017). The Distribution of Nitrate, Phosphate and Abundance of Phyto-plankton in Kampar River Estuary Pelalawan Regency. Perikanan Dan Kelautan, 22(2), 1–9.
Republik Indonesia. 2001. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air. Jakarta: Sekretariat Negara.
Siagian, M. (2010). Daya Dukung Waduk Plta Koto Panjang Kampar Provinsi Riau. Jurnal Perikanan Dan Kelautan, 15(1), 25–38.
Simanjuntak, M. 2012. Kualitas Air Laut Ditinjau dari Aspek Zat Hara, Oksigen Terlarut dan pH di Perairan Banggai, Sulawesi Tengah. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. Vol. 4 (2): 290-303.
SNI, 6989.57:2008. (2008). Tentang Metode Pengambilan Contoh Air Permukaan. 1–23.
Standar Nasional Indonesia. (2015). Tata Cara Pengukuran Debit Aliran Sungai Dan Saluran Terbuka Menggunakan Alat Ukur Arus Dan Pelampung. Jakarta : Badan Standardisasi Nasional, 8066.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta, Bandung.
Trofisa, D. 2011. Kajian Beban Pencemaran dan Dya Tampung Pencemaran Sungai Ciliwung di Segmen Kota Bogor. Skripsi. Bandung: Institut Pertanian Bogor.
Ulqodry, Yulisman, Syahdan dan Santoso. 2010. Karakteristik dan Sebaran Nitrat, Fosfat dan Oksigen Terlarut di Perairan Karimunjawa Jawa Tengah. Jurnal Penelitian Sains. Vol. 13 (1): 13-19.
Yulia, SS., T. (2013). Issn 1978-5283. Ilmu Lingkungan, Analisis Aktifitas Sosial Ekonomi Terhadap Kualitas Perairan Danau Oxbow Di Desa Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau, 187–200.
Zulhaniarti, D., Fauziyah, Sunaryo, A.I., Aryawati, R.2015. Seberan Konsentrasi Klorofil-A terhadap Nutrien di Muara Sungai Banyuasin Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Maspori Journal. Vol. 7(1): 9-20.





