Penggunaan Video YouTube sebagai Media Pembelajaran Bahasa Inggris di Kalangan Generasi Alpha: Studi Kasus SD Muhammadiyah IV Pekanbaru
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan video YouTube sebagai
media pembelajaran Bahasa Inggris di kalangan Generasi Alpha, dengan studi kasus siswa SD
Muhammadiyah IV Pekanbaru. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian yaitu 25 siswa yang
dipilih menggunakan Teknik purposive sampling. Data akan dikumpulkan melalui observasi,
wawancara, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan metode analisis tematik untuk
mengidentifikasi pola utama yang berkaitan dengan efektivitas, manfaat, dan tantangan
penggunaan YouTube sebagai media pembelajaran. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini
menunjukkan bahwa penggunaan video YouTube cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman
kosakata, meningkatkan keterampilan mendengarkan dan berbicara dengan Bahasa Inggris,
serta meningkatkan motivasi belajar siswa. Namun, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi
dalam menggunakan video YouTube sebagai media pembelajaran, seperti adanya gangguan dari
konten lain yang merupakan konten non-pembelajran, kurangnya interaksi langsung dengan
guru, serta keterbatasan dalam mengakses internet. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
wawasan bagi pendidik dalam mengoptimalkan pemanfaatan media digital dalam pembelajran
Bahasa Inggris serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang berfokus pada efektivitas
teknologi digital dalam Pendidikan.
Unduhan
Referensi
Z. Alimemaj, “YouTube, language learning, and teaching techniques,” Anglisticum Journal, vol. 1, no. 1, pp. 8–10, 2010.
R. A. Berk, “Multimedia teaching with video clips: TV, movies, YouTube, and mtvU in the college classroom,” International Journal of Technology in Teaching and Learning, vol. 5, no. 1, pp. 1–21, 2009.
R. E. Mayer, The Cambridge Handbook of Multimedia Learning. Cambridge, U.K.: Cambridge University Press, 2005.
R. C. Clark and R. E. Mayer, E-Learning and the Science of Instruction, 4th ed. Hoboken, NJ, USA: Wiley, 2016.
J. Watkins and M. Wilkins, “Using YouTube in the EFL classroom,” Language Education in Asia, vol. 2, no. 1, pp. 113–119, 2011.
M. Prensky, Teaching Digital Natives: Partnering for Real Learning. Thousand Oaks, CA, USA: Corwin, 2010.
R. Säljö, “Digital tools and challenges to institutional traditions of learning: Technologies, social memory, and the performative nature of learning,” Journal of Computer Assisted Learning, vol. 26, no. 1, pp. 53–64, 2010.
Z. Alimemaj, “YouTube, language learning, and teaching techniques,” Anglisticum Journal, vol. 1, no. 1, pp. 8–10, 2010.
B. Ghasemi, M. Hashemi, and S. Bardine, “The capabilities of YouTube as a tool in teaching listening and speaking skills,” Procedia—Social and Behavioral Sciences, vol. 28, pp. 63–67, 2011.
C. Greenhow and C. Lewin, “Social media and education: Reconceptualizing the boundaries of formal and informal learning,” Learning, Media and Technology, vol. 41, no. 1, pp. 6–30, 2016.
C. A. Hafner and L. Miller, “Fostering learner autonomy in English for science: A collaborative digital video project in a technological learning environment,” Language Learning & Technology, vol. 15, no. 3, pp. 68–86, 2011.
P. Mishra and M. J. Koehler, “Technological pedagogical content knowledge: A framework for teacher knowledge,” Teachers College Record, vol. 108, no. 6, pp. 1017–1054, 2006.
N. Hockly, “Digital literacies,” ELT Journal, vol. 66, no. 1, pp. 108–112, 2012.
L. W. Anderson and D. R. Krathwohl, A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing: A Revision of Bloom's Taxonomy of Educational Objectives. New York, NY, USA: Longman, 2001.
J. Herrington, R. Oliver, and T. C. Reeves, A Guide to Authentic e-Learning. New York, NY, USA: Routledge, 2009.
B. Kelsen, “Teaching EFL to the iGeneration: A survey of using YouTube as supplementary material with college EFL students in Taiwan,” CALL-EJ Online, vol. 10, no. 2, 2009.






