PENGARUH PEMAKAIAN HYDROCARBON CRACK SYSTEM (HCS) TERHADAP PERFORMA SEPEDA MOTOR SUPRA X 125 TAHUN 2009

  • Jusnita Universitas Muhammadiyah Riau
Keywords: Torsi, Daya, Hydrocarbon Crack System (HCS), emisi gas buang

Abstract

Kendaraan bermotor di Indonesia yang menjadi sumber emisi gas buang terbesar adalah sepeda motor. Ini merupakan kurangnya perhatian pengguna kendaraan bermotor dengan perbandingan kompresi mesin kendaraan yang tinggi cenderung memilih mengisi bahan bakar sepeda motornya dengan premium yang harganya lebih murah namun memiliki angka oktan yang rendah. Hal ini tentu akan menimbulkan masalah terhadap pembakaran yang tidak sempurna. Efek yang ditimbulkan adalah menyebabkan meningkatnya polutan pencemaran udara. Untuk mengatasi permasalahan diatas adalah dengan cara menggunakan Hydrocarbon Crack System (HCS), HCS bekerja untuk menyempurnakan proses pembakaran, sehingga dapat menurunkan kadar emisi gas buang kendaraan. Tujuan dari penelitian ini melihat pengaruh penggunaan Hydrocarbon Crack System (HCS) terhadap performa dan kandungan emisi gas buang yang dihasilkan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan HCS pada sepeda motor Honda Supra X 125 dapat menurunkan emisi gas CO sebesar 40 %. Untuk emisi gas HC penggunaan HCS dapat menurunkan emisi gas HC sebesar 37%,sedangkan untuk emisi gas buang CO2 penggunaan HCS dapat meningkatkan emisi gas CO2 sebesar 12.98%.

 

Motor vehicles in Indonesia which are the largest source of exhaust emissions are motorbikes. This is the lack of attention of motorized vehicle users with high engine compression ratios, which tend to choose to refuel their motorbikes with premium which is cheaper but has a low octane number. This of course will cause problems with incomplete combustion. The resulting effect is to increase air pollutants. To overcome the above problems is by using the Hydrocarbon Crack System (HCS), HCS works to improve the combustion process, so that it can reduce the levels of vehicle exhaust emissions. The purpose of this study is to see the effect of the use of the Hydrocarbon Crack System (HCS) on the performance and content of the resulting exhaust emissions. Based on the research results, it was found that the use of HCS on a Honda Supra X 125 motorcycle could reduce CO gas emissions by 40%. For HC gas emissions, the use of HCS can reduce HC gas emissions by 37%, while for CO2 exhaust emissions, the use of HCS can increase CO2 emissions by 12.98%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Abdillah, F. dan Sugondo. 2014. Prototipe Alat Penghemat Bahan Bakar Mobil Menggunakan Metode Hydrocarbon Crack System untuk Menghemat Bahan Bakar dan Mengurangi Emis Gas Buang.
[2] Arifin, Zainal dan Sukoco. 2009. Pengendalian Polusi Kendaraan. Bandung: Alfabeta
[3] Ghazal, Osama. 2013. A Theoretical Study of the SI Engine Performance Operating with Different Fuels. International Journal of Mechanical, Aerospace, Industrial, Mechatronic and Manufacturing Engineering, 7/12: 2526-2529.
[4] Granlund, Moa Z. 2015. Fuel Reforming for Hydrogen Production in Heavy- Duty Vehicle Applications. Doctoral Thesis in Chemical Engineering. Stockholm: KTH School of Chemical Science and Engineering, Sweden.
[5] Hairuddin, A.A., A.P. Wandel dan T.Yusaf. 2014. An Introduction to A Homogeneous Charge Compression Ignition Engine. Journal of Mechanical Engineering and Sciences (JMES), 7/-:1042-1052. e-ISSN: 2231-8380.
[6] Ikhsan, Muadi. 2010. Pengaruh Jumlah Katalisator Pada Hydrocarbon Crack System (Hcs) dan Jenis Busi Terhadap Daya Mesin Sepeda Motor Yamaha Jupiter Z Tahun 2008. Jurusan Pendidikan Teknik Kejuruan. FKIP-UNS.
[7] Iyer, Narayan V. 2012. A Technical Assessment of Emissions and Fuel Consumption Reduction Potential From Two and Tree Wheelers in India. Prepared for: the International Council on Clean Transportation. Washington DC.
Published
2020-12-20
Abstract views: 8 , Pdf downloads: 1