PENEGAKAN HUKUM RESTORATIVE JUSTICE PADA MEDIASI PENAL SEBAGAI UPAYA PENYELESAIAN TINDAK PIDANA YANG DILAKUKAN OLEH ANAK

  • Umar Dinata Universitas Muhammadiyah Riau
  • Aksar Universitas Muhammadiyah Riau
Kata Kunci: Penegakan Hukum, restorative justice, Penyelesaian Tindak Pidana

Abstrak

Penegakan hukum di idnonesia pada umumnya ditujukan guna meningkatkan ketertiban dan kepastian hukum dalam masyarakat, Hukum  sebagai salah satu bentuk kontrol sosial yang sangat khusus, dilaksanakan menurut pandangan lembaga yang berwenang, dalam peradilan dan proses administrative, Restorative justice menempatkan nilai yang lebih tinggi dalam keterlibatan yang langsung dari para pihak Korban mampu untuk mengembalikan unsur kontrol, sementara pelaku didorong untuk memikul tanggung jawab sebagai sebuah langkah dalam memperbaiki kesalahan yang disebabkan oleh tindak kejahatan dan dalam membangun sistem nilai sosialnya. Penyelesaian perkara pidana di dalam maupun di luar proses pengadilan yang menitik beratkan pada musyawarah dan partisipasi langsung pelaku, korban dan masyarakat dalam proses penyelesaian perkara pidana yang mengembalikan keadaan seperti semula. Mekanisme penyelesaian sengketa berdasarkan keadilan restoratif didasarkan pada musyawarah mufakat di mana para pihak diminta berkompromi untuk mencapai sebuah kesepakatan. Setiap individu diminta untuk mengalah dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi demi menjaga keharmonisan bersama. prinsip yang terkandung dalam penyelesaian perkara di luar pengadilan yaitu Perlu Adanya Seorang Mediator Dalam Penanganan Konflik dan Mengutamakan Kualitas Proses Dalam melakukan mediasi serta Proses Mediasi Bersifat Informal.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Daftar Pustaka
Bambang Waluyo, 2015, Penegakan Hukum Di Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika

Barda Nawawi Arief, 2007, Kapita Selekta Hukum Pidana Tentang Sistem Peradilan Pidana Terpadu (Integrated Criminal Justice System), semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro

Beniharmoni Harefa, 2018, Mediasi Penal Sebagai Bentuk Diversi Dalam Penyelesaian Perkara Pidana Anak Berbasis Keadilan Restoratif, Jurnal Komunikasi Hukum (Jkh), Volume 4 Nomor 1 Februari

D.S., Dewi dan Fatahilah A. Syukur, 2011, Mediasi Penal: Penerapan Restorative Justice di Pengadilan Anak Indonesia, Depok: Indie-Publishing

Dr. Sahuri Lasmadi, S.H., M.Hum, Mediasi Penal Dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia

Josefhin Mareta, 2018, Penerapan Restorative Justice Melalui Pemenuhan Restitusi Pada Korban Tindak Pidana Anak, Jurnal Jurnal LEGISLASI INDONESIA Vol 15 No.4

Ladin, 2016, Penyelesaian Perkara Verzet Melalui Teknik Alternative Dispute Resolution, Jurnal Hukum Diversi 2, No. 2

Mardjono Reksodiputro, 2007, Hak Asasi Manusia Dalam Sistem Peradilan Pidana, Pusat Pelayanan Keadilan dan Pengabdian Hukum Lembaga Kriminologi, Jakarta: Universitas Indonesia

Metode penelitian deskriptif analisis adalah metode yang mengkaji masalah-masalah dalam msayarakat dan tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan-hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengarus dari sutau fenomena.

Muhaimin, 2019, Restoratif Justice Dalam Penyelesaian Tindak Pidana Ringan” Jurnal Jurnal Penelitian Hukum DE JURE, Vol. 19 No. 2

Muladi, 1997, Hak Asasi Manusia, Politik dan Sistem Peradilan Pidana, Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro

Prayogo Kurnia, 2015, Penegakan Hukum Melalui Restorative Justice Yang Ideal Sebagai Upaya Perlindungan Saksi Dan Korban” Jurnal GEMA, Th. XXVII/49

Sanyoto, 2008, Penegakan Hukum Di Indonesia, Jurnal Dinamika Hukum Vol. 8 No. 3

Tendy Septiyo, Joko Setiyono, Muchlas Rastra Samara, 2020, Optimalisasi Penerapan Mediasi Penal Sebagai Alternatif Penyelesaian Perkara Tindak Pidana” Jurnal Yuridis Vol. 7 No. 2
Diterbitkan
2022-06-01
Bagian
Articles
Abstrak views: 189 , PDF downloads: 83