Pengaruh Cookies Temvita Sebagai Snack Sehat Terhadap Kadar Haemoglobin Remaja Putri Dengan Anemia

  • Rahmadona Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang
  • Mardiah Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang
  • Nurniati Tianasia Rullyni Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang
  • Respatiningrum Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang
  • Ristina Rosauli Harianja Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang
Keywords: Temvita cookies, Haemoglobin, adolescent. Anemia

Abstract

Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. The adolescent phase is characterized by physiological maturity, making adolescents need optimal nutrient intake for growth and development. An imbalance between intake needs and adequacy will cause nutritional problems. One of the main problems experienced by adolescents was iron deficiency anemia. The provision of nutrients or highly nutritious foods in the form of cookies from processed tempeh which has rich in fiber and iron is expected to overcome the problem of anemia. This study was aim to determine the effect of giving Temvita cookies as a healthy snack on hemoglobin (Hb) levels in adolescent girls with anemia. This research is a quasi-experimental study with one group pre-test-post-test design on 36 samples taken using the purposive sampling technique. This study was conducted from May to November 2019. Data were analyzed using an independent samples t-test. The results showed the average Hb score before giving Temvita cookies was 9.7 g/%, while after giving Temvita cookies was 11.2 g/%. Independent samples t-test results obtained a p-value of 0,024. The study concludes that there was an effect of giving Temvita cookies to adolescent girls with anemia on hemoglobin (Hb) levels. Hopefully, Temvita cookies could be an alternative healthy snack to increase adolescent Hb levels.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anwar, M. (2011) Ilmu Kandungan. Jakarta: PT.Bina Pustaka.

Adriani, M dan Wirjatmadi B. (2012). Pengantar Gizi Masyarakat. Kencana Prenadamedia Group. Jakarta.

Astuti D. Pengaruh pemberian fe dan vitamin c terhadap peningkatan hemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia di SMPN 1 Baso Kabupaten Agam tahun 2013. Padang: Universitas Andalas; 2013.

Aulia, G. Y., Udiyono, A., Saraswati, L. D., Adi, M. S., Epidemiologi, B., & Masyarakat, F. K. (2017). Gambaran Status Anemia Pada Remaja Putri Di Wilayah Pegunungan Dan Pesisir Pantai, 5, 193-200.

Besral, Meilianingsih, L. and Sahar, J. (2017) Pengaruh Minum Teh Terhadap Kejadian Anemia Pada Usila Di Kota Bandung, Makara Kesehatan, 11(1).

Bolang, A. S. L. et al. (2021). Cookies rich in iron (Fe), folic acid, cobalamin (vitamin B12), and antioxidants: a novel functional food potential for adolescent with anemia, F1000Research, 10, p. 1075. doi: 10.12688/f1000research.74045.1.

Cahyati, D. P., Simanjuntak, B. Y. and Rizal, A. (2020). Peningkatan Kadar Hemoglobin Remaja Putri dengan Pemberian Kukis Pelangi Ikan Gaguk (Arius thalassinus), Jurnal Kesehatan, 11(2), p. 223. doi: 10.26630/jk.v11i2.2133.

Damayanti, A. E. (2016). Hubungan Citra Tubuh, Aktifits Fisik, dan Pengetahuan Gizi Seimbang dengan Status Gizi Remaja Putri. Universitas Airlangga. Available at: https://repository.unair.ac.id/46573/14/FKM. 344-16 Dam h.pdf.

Halim, D. (2014). Hubungan Asupan Zat Besi Heme Dan Non Heme, Protein, Vitamin C Dengan Kadar Hb Remaja Putri Di Sma Negeri 1 Sijunjung Kabupaten Sijunjung Tahun 2014. Politeknik Kesehatan Kemenkes Padang.

Hardinsyah, Riyadi H, Napitupulu V. (2012). Kecukupan Energi, Protein, Lemak Dan Karbohidrat. Departemen Gizi Masyarakat Fema Ipb. Departemen Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Indartanti, D dan Kartini, A. (2014). Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Anemia No.2., pada Remaja Putri, Journal of Nutrition College, 3(2), 310-316.

Indrawani, Yvonne M & Arfiyanti. (2010). Peningkatan Pengetahuan Mahasiswa Kedokteran Tentang Suplementasi Makanan pada Ibu Hamil yang Anemia: Fortifikasi Cookies dengan vitamin, mineral, ligan, albumin, dan globin. Fakultas kedokteran, Universitas Indonesia.

Kemenkes RI. (2020). Pedoman Bagi Ibu Hamil, Ibu Nifas, dan Bayi Baru Lahir Di Era Pandemi Covid-19, pp. 9–12. Available at: https://covid19.kemkes.go.id/protokol-covid-19/pedoman-bagi-ibu-hamil-ibu-nifas-dan-bbl-selama-social-distancing.

Kulkarni, M., Durge, P. and Kasturwar, N. (2012) Prevalence of anemia among adolescent girls in an urban slum, National Journal of Community Medicine, 3(1), 108–111.

Mansur, W. (2017). Pengaruh Pemberian Brownies Tempe Subtitusi Wortel (Daucus Carota L.) Terhadap Kadar Hemoglobin (Hb) Pada Ibu Hamil Anemia Di Wilayah Kerja Puskesmas Pertiwi Kecamatan Mariso Kota Makassar. Skripsi Jurusan Kesehatan Masyarakat, UIN Alauddin Makassar.

Masthalina, H. (2015). Pola Konsumsi (Faktor Inhibitor Dan Enhancer Fe) Terhadap Status Anemia Remaja Putri, Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), p. 80. doi: 10.15294/kemas.v11i1.3516.

Oy, S. et al. (2019). Problem Nutrients in Adolescent Girls With Anemia Versus Nonanemic Adolescent Girls and the Optimized Food-Based Recommendations to Meet Adequacy of These Nutrients in Adolescent School Girls in East Java, Indonesia, Food and Nutrition Bulletin, 40(3), 295–307. doi: 10.1177/0379572119851326.

Pinasti, L., Nugraheni, Z. and Wiboworini, B. (2020). Potensi tempe sebagai pangan fungsional dalam meningkatkan kadar hemoglobin remaja penderita anemia, AcTion: Aceh Nutrition Journal, 5(1), p. 19. doi: 10.30867/action.v5i1.192.

Prabasiwi, A. (2016). Hubungan Antara Status Gizi Dengan Status Menarche Pada Siswi SMP Negeri 10 Kota Tegal, Senit, 1(1), 106-111.

Proverawati (2011) Anemia dan Anemia Kehamilan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Quintero-Gutiérrez, A. G., Mariaca-Gaspar, G. I., Villanueva-Sánchez, J., Polo, J., Rodríguez, C., & González-Rosendo, G. (2012). Acceptability and use of heme-iron concentrate roduct added to chocolate biscuit filling as an alternative source of a highly available form of iron. CYTA - Journal of Food, 10(2), 112–118.

Respati, A. N. (2010). Pengaruh Penggunaan Pasta Labu Kuning (Cucurbita moschata) Untuk Substitusi Tepung Terigu Dengan Penambahan Tepung Angkak Dalam Pembuatan Mie Kering. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret.

Sari, D. (2016). Anemia Gizi Besi pada Remaja Putri di Wilayah Kabupaten Banyumas, Jurnal Kesmas Indonesia, 8(1), 16–31. Available at: http://jos.unsoed.ac.id/index.php/kesmasindo/article/view/138/127.

Sari, H. P., Agustia, F. C., Subardjo, Y. P., & Ramadhan, G. R. (2018). Jurnal Gizi Indonesia Biskuit Mocaf – Garut Tinggi Zat Besi Meningkatkan Kadar Fe Darah Dan Kadar Hemoglobin Pada Tikus Sprague Dawley. 7(1), 49–53.

Seveline, S., Diana, N. and Taufik, M. (2019). Formulasi Cookies Dengan Fortifikasi Tepung Tempe Dengan Penambahan Rosela (Hibiscus sabdariffa L.), Jurnal Bioindustri, 1(2), 245–260. doi: 10.31326/jbio.v1i2.78.

Sofia, A. Adiyanti, M. G. (2013). Hubungan Dan, Pola Asuh Otoritatif Orang Tua Terhadap, Konformitas Teman Sebaya Moral, Jurnal FKIP UNILA. Available at: http://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php/j%0APp/article/download/7760/pdf_6.

Sukardi, Wignyanto, I. P. (2016). Uji Coba Penggunaan Inokulum Tempe Dari Kapang Rhizopus oryzae Dengan Substrat Tepung Beras Dan Ubi kayu Pada Unit Produksi Tempe, Jurnal Teknologi Pertanian, 9(1).

Suryani, D., Hafiani, R. and Junita, R. (2017). Analisis Pola Makan Dan Anemia Gizi Besi Pada Remaja Putri Kota Bengkulu, Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 10(1), p. 11. doi: 10.24893/jkma.v10i1.157.

Triwinarni, C., Ninuk., Joko, S. 2017. Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Anemia Gizi Besi (AGB) pada Siswi SMA di Kecamatan Pakem. Jurnal Nutrisia, 19(1), 61-67. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Published
2022-07-19
How to Cite
Rahmadona, R., Mardiah, M., Rullyni, N. T., Respatiningrum, R., & Harianja, R. R. (2022). Pengaruh Cookies Temvita Sebagai Snack Sehat Terhadap Kadar Haemoglobin Remaja Putri Dengan Anemia. Photon: Jurnal Sain Dan Kesehatan, 12(2), 103-110. https://doi.org/10.37859/jp.v12i2.3703
Section
Health Sciences
Abstract views: 52 , PDF (Bahasa Indonesia) downloads: 16