Pengaruh Konsumsi Pisang Kepok untuk Mengatasi Diare pada Anak

  • Pratiwi Gasril Universitas Muhammadiyah Riau
  • Yeni Devita Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Payung Negeri
Keywords: Pisang kepok, Penyakit diare

Abstract

Pisang merupakan tanaman yang hidup di iklim tropis, selain dijadikan sebagai bahan makanan, tanaman pisang dapat dijadikan sebagai obat contohnya adalah pisang kepok untuk mengatasi diare karena mengandung kadar pektin atau serat larut dalam air berfungsi untuk memadatkan konsistensi feses pada diare. Diare adalah peningkatan pengeluaran tinja dengan konsistensi lebih lunak atau lebih cair dari biasanya, dan terjadi paling sedikit 3 kali dalam 24 jam. Tujuan penelitian ini untuk mengatahui pengaruh konsumsi pisang kepok untuk mengatasi diare pada anak di puskesmas Tandun II kec. Tandun kab. Rokan Hulu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian dekstriptif korelasi dengan pendekatan quasi eksperimen. Sampel penelititan teridiri dari 6 responden. Metode pengambilan sample adalah Accideental Sampling. Penelitian ini dimulai tanggal 09 -14 juli 2018. Analisis yang digunakan adalah uji Dependent Sampel T test. Hasil uji statistik didapatkan nilai pvalue = 0,026, hal ini berarti berarti nilai p<0,05 sehingga Ho ditolak, artinya terdapat pengaruh konsumsi pisang kepok untuk mengatasi diare pada anak di puskesmas Tandun II kec. Tandun kab. Rokan Hulu, Rekomendasi penelititan ini dapat dijadikan terapi alternatif untuk mengatasi diare pada anak.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Depkes RI, (2015). Pengendalian Diare dan Saluran Pencernaan. Elex Media: Yogyakarta.
Dharma, dr kelana kusuma. (2015). metodologi penelitian keperawatan. Jakarta: trans info media.
Dinas Kesehatan Provinsi Riau, (2016). Profil Kesehatan Provinsi Riau: Pekanbaru.
Hidayat, (2014). Metode Penelitian Pendekatan Praktis dan Aplikatif. PT Refika Aditama: Bandung.
Juffrie, (2014). The biology and Clinical Basic of Infectious Diseases. Penerbit Swadaya: Jakarta.
Kementrian Kesehatan, (2016). Asuhan keperawatan diare akut Praktis pada Anak. FKUI: Jakarta.
Kozier B. (2012), Fundamental Keperawatan. EGC: Jakarta.
Notoatmodjo, 2012). Metodologi Riset Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta: Jakarta.
Nursalam, (2013). Pedoman Skripsi, Tesis dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Salemba Medika: Jakarta.
Priyo & Sabri, (2013). Buku Ajar Riset Keperawatan: Konsep, Etika, Instrumentasi. EGC: Jakarta.
Pudiastuti, (2104). Obat Tradisional. Penerbit Arcita, Solo.
Simadibrata, (2012). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Prasekolah Untuk Para Bidan. Yogyakarta.
Sodikin, (2014). The Pathogenesis of Infectious Disease. Univ. Gajah Mada: Yogyakarta.
Sudaryat S, (2015). Gastro Enterology anak. CV Sagung Seto: Jakarta.
Sugono, (2013). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Keperawatan Pada Balita dan Anak. Rineka Cipta: Jakarta.
Sujawarweni, 2014). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta: Jakarta.

Suryadi, & Rita (2013), Buku Asuhan Keperawatan Anak Edisi 2. Penebar Swadaya: Jakarta.
Suyanti DKK, (2010). Sindroma Usus Halus Terkontaminasi. PP-IDAI: Jakarta.
TA Larasati, WA Hardita, dan IK Dewi (2016). Antidiarrheal Activity Musa Paradisiaca L. PT. Elex media komputindo: Jakarta.
T. Ahmad dkk, (2016). Uji Efek Antidiare Buah Pisang Kepok. Poltekes Kemenkes: Makasar.
Tjitrosoepomo DKK, (2013). Taksonomi Tumbuhan Spemathophyta. Penerbit Swadaya: Jakarta.
World Gastroenterology Organization Global Guidelines, (2013). Dalam: Grossman M, Dieckmann; ed. Pediatric Emergency Medicine. Philladelphia: New York.
World Healt Organisation, (2017). Small Bowel Bacteria Evergrowth In Children With Chronic Diarrhea, Abdominal Pain. Philadelphia: New York.
Yuliana DKK, (2014). Hubungan Berbagai Faktor Risiko Terhadap Kejadian Penyakit iare Infeksi Sistem Pencernaan Pada Anak-anak. Sunda Kelapa Pustaka: Bandung
Published
2022-07-19
How to Cite
Gasril, P., & Devita, Y. (2022). Pengaruh Konsumsi Pisang Kepok untuk Mengatasi Diare pada Anak. Photon: Jurnal Sain Dan Kesehatan, 12(2), 111-117. https://doi.org/10.37859/jp.v12i2.3488
Section
Health Sciences
Abstract views: 74 ,