Pengembangan Penerapan Sistem Drainase Berwawasan Lingkungan (Ecodrainage) di Pemukiman Kampung Mantarena, Kelurahan Panaragan, Kota Bogor
DOI:
https://doi.org/10.37859/jpumri.v9i1.8904
Abstract
Permasalahan drainase di Kampung Mantarena, Kelurahan Panaragan, Bogor menjadi tantangan serius akibat buruknya pengelolaan air hujan dan limbah yang memicu banjir, genangan, dan degradasi lingkungan. Penanganan drainase dengan paradigma lama adalah mengalirkan limpasan air hujan secepatna ke saluran, pradigma baru lebih kepada menahan dulu kemudian meresapkan ke dalam tanah melalui sumur resapan, kolam retensi, atau waduk dengan konsep drainase berwawasan lingkungan. Kegiatan tahan awal dari PKM ini bertujuan mensosialisaikan pengembangan sistem drainase berwawasan lingkungan (ecodrainage) dengan pendekatan rainwater harvesting tanks atau instalasi pemanen air hujan (IPAH). Sistem IPAH mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan air hujan hingga 40%, mengurangi genangan hingga 70%, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kelestarian lingkungan. Sebelum sosialisasi dilakukan, sekitar 34,29% peserta paham mengenai drainse berwawasan lingkungan dan 14,29% yang paham mengenai IPAH. Setelah sosialisasi, 91,435% peserta menyatakan setuju bila sistem drainase berwawasan lingkungan dapat membuat pemukiman sehat dab bersih dan sebanyak 85,71% menyatakan setuju bila IPAH adalah metode pendekatan bersifat ecodrainage yang mudah diterapkan di lingkungan mitra. Kegiatan ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan konsep drainase berkelanjutan di kawasan pemukiman Kampung Mantarena, Kelurahan Panaragan, Kota Bogor. Pengembangan model drainase berwawasan lingkungan dengan metode rainwater harvesting tanks diharapkan dapat diterapkan di kawasan mitra.
Downloads
References
[2] A. Martin, A. Aziz, P. Nawangsari, et al, “Penyediaan air bersih di masjid Nur Ikhlas Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar”, J. Pengabdian UntukMu NegeRI, vol. 08, no. 01, pp. 38-43, 2024. https://doi.org/10.37859/jpumri.v8i1.6174
[3] K. E. Sari, D. Harisuseno, and C. A. Shafira, “Pengendalian air limpasan permukaan dengan penerapan konsep ekodrainase (studi kasus Kelurahan Oro-Oro Dowo Kota Malang)”, Plano Madani: J. Perencanaan Wilayah dan Kota, vol. 07, no. 1, pp. 24-36, 2018. https://doi.org/10.24252/planomadani.v7i1a3
[4] M. Hilmy, and H. Prabowo, “Penjernihan air bersih dengan filter alami dan aerasi di Teluk Bakung, Sungai Ambawang, Kubu Raya”, J. Pengabdian UntukMu NegeRI, vol. 04, no. 01, pp. 1-5, 2020.
[5] A. Fajrianto, and I. Agusman, “Analisa sistem penampungan air hujan berbasis rumah di Desa Lapandewa Kaindea”, SCEJ (Shell Civil Engineering Journal), vol. 08, no. 01, pp. 26-36, 2023.
[6] G. E. Susilo, “Experience in rainwater harvesting application at household scale in Bandar Lampung, Indonesia. Proceeding of the 1st Young Scientist International Conference of Water Resources Development and Environmental Protection, Malang, 2015.
[7] S. H. Sandri, S. M. Putri, and P. Angelita, “Implementasi teknologi biopori untuk konservasi air dan pengelolaan sampah organik di Kelurahan Limbungan Baru”, J. Pengabdian UntukMu NegeRI, vol. 08, no. 03, pp. 566-570, 2024. https://doi.org/10.37859/jpumri.v8i3.78
[8] J. M. Kahinda, A. E. Taigbenu, and R. J. Boroto, “Domestic rainwaterharvesting as an adaptation measure to climate change in South Africa”, Physics and Chemistry of the Earth, vol. 32, no. 15-18, pp. 1050-1057, 2010.
[9] A. Yulistyorini, “Pemanenan air hujan sebagai alternatif pengelolaan sumberdaya air di perkotaan”, Teknologi dan Kejuruan, vol. 34, no. 01, pp. 105-114, 2011.
[10] R. N. P. R. Djalle, Y. K. D. Sutopo, and S. A. Ekawati, “Konsep pemanen air hujan (rainwater harvesting) sebagai alternatif sumber daya air bersih di Kampung Lakkang Kota Makassar”, Jurnal WKM, vol. 10, no. 01, pp. 102-110, 2021.
[11] M. C. Sutandi, G. T. Husada, K. W. Tjandrapuspa, D. Rahmat, and T. Sosanto, “Penggunaan lubang resapan biopori untuk minimalisasi dampak bahaya banjir pada Kecamatan Sukajadi Kelurahan Sukawarna RW 004 Bandung”. Konferensi Nasional Teknik Sipil (Konteks 7). Surakarta: Universitas Sebelas Maret. 24-26 Oktober 2013.
[12] A. Manto, and T. Kadri, (2020). “Reduksi debit limpasan dengan menerapkan sistem ekodrainase pada kawasan perumahan”, Construction Engeneering and Sustanable Development, vol. 03, no. 02, pp. 104–109.










