Mewujudkan Generasi Bebas Stunting Melalui Implementasi Kurikulum Merdeka Kelompok Guru TK ABA

  • Evi Wahyuntari Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Faurina Risca Fauzia
  • Yuni Purwati Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Keywords: Kurikulum Merdeka, Stunting, Guru_TK

Abstract

Kemendikbudristek menganjurkan semua sekolah mulai mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar sebagai upaya perbaikan kualitas pembelajaran. Masalah stunting, menjadikan Ikatan Guru TK ABA (IGABA) merasa perlu  memasukkan topik tentang Cegah Stunting ke dalam implementasi kurikulum merdeka.  Tujuan: memfasilitasi mitra dalam Implementasi Kurikulum Merdeka agar bisa mengintegrasikan tema stunting pada kurikulumnya. Metode: Community Development Methods, dengan sasaran IGABA di Gamping, sebanyak 70 peserta. Kegiatan dilaksanakan melalui workshop penyusunan rencana pembelajaran, integrasi program cegah stunting ke dalam kurikulum Merdeka, penyusunan alat peraga dan implementasinya. Hasil: Seluruh tahapan implementasi terlaksana dengan baik. Mean score pretes yaitu 59 dan postes meningkat menjadi 76. Terdapat perubahan hasil yang lebih baik, setelah dilakukan pendampingan penyusunan Kurikulum Merdeka. Simpulan: Implementasi Kurikulum Merdeka pencegahan stunting dapat difahami dan diterapkan oleh guru IGABA.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Faurina Risca Fauzia

Fakultas Ilmu Keseahatan

Yuni Purwati, Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Fakultas ilmu Kesehatan, Prodi Keperawatan

References

[1] Databoks, “Daftar Prevalensi Balita Stunting Tahun 2022.” 2022.
[2] Bapenas RI, Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional No Kep. 101/M.PPN/HK/06/2022 Tentang Penetapan Kabupaten/ Kota Lokasi Fokus Intervensi Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2023. 2023, p. 21.
[3] Bupati Sleman, “Keputusan Bupati Sleman Nomor 14.1/ Kep.KDH/A/2021 Tentang Kalurahan Lokasi Fokus Prioritas Penanggulangan Stunting Tahun 2021 dan Tahun 2022.” Sleman, Yogyakarta, p. 2, 2021.
[4] N. A. Makarim, Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI No 262/M/2022 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomot 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran. 2022.
[5] Y. Febriani and Y. Purwati, “Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Diare Terhadap Perilaku Ibu Dalam Pencegahan Diare Pada Balita Di Puskesmas Gamping 1 Sleman Yogyakarta,” Digilib Univ. Aisyiyah Yogyakarta, pp. 1–9, 2016.
[6] F. Pasaribu, “Pengaruh Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja,” Pros. Konf. Nas. Ke-7 Asos. Progr. Pascasarj. Perguru. Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah, no. Maret 2018, pp. 231–242, 2018.
[7] F. R. Fauzia, E. Wahyuntari, and N. R. Shafriani, “Inisiasi pembentukan kader posyandu remaja ‘ POKIZMA ’ ( POjok dan kesehatan reMAja ) ‘ Aisyiyah Cabang Gamping Yogyakarta gIZi Initiate the Formatio n of Youth Posyandu Cadres ‘ POKIZMA ’ ( POjok gIZi dan k esehatan reMAja ) ‘ Aisyiyah Gamping Branch Yog,” J. Hayina, vol. 2, no. 2, pp. 92–101, 2023.
[8] E. Wahyuntari and F. R. Fauzia, “Generasi Perempuan Berkemajuan Bersama Kader Kesehatan Panti Asuhan ‘ Aisyiyah Yogyakarta,” vol. 7, no. 1, pp. 173–180, 2023.
[9] E. Wahyuntari and I. Ismarwati, “Pembentukan kader kesehatan posyandu remaja Bokoharjo Prambanan,” J. Inov. Abdimas Kebidanan, vol. 1, no. 1, pp. 14–18, 2020, doi: 10.32536/jpma.v1i1.65.
[10] A. Ernawati, “Gambaran Penyebab Balita Stunting di Desa Lokus Stunting Kabupaten Pati,” J. Litbang Media Inf. Penelitian, Pengemb. dan IPTEK, vol. 16, no. 2, pp. 77–94, 2020, doi: 10.33658/jl.v16i2.194.
[11] F. R. Fauzia, E. Wahyuntari, and S. Wahtini, “Relationship Between Maternal Anemia and The Incidence of Anemia In Infants Aged 6-36 Months,” Midwiferia, J. Kebidanan, vol. 7, no. 2, pp. 93–102, 2021.
[12] U. C. Barlian, S. Solekah, and P. Rahayu, “Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan,” J. Educ. Lang. Res., vol. 10, no. 1, pp. 1–52, 2022, doi: 10.21608/pshj.2022.250026.
[13] M. nu Rahmi and Y. Purwati, “Korelasi Indeks Massa Tubuh dengan Siklus Menstruasi,” Pros. Semin. Nas. Penelit. dan Pengabdi. Kpd. Masy. LPPM Univ. Aisyiyah Yogyakarta, vol. 1, no. 22 Juli 2023, pp. 474–480, 2023.
[14] R. I. Borman and I. Erma, “Pengembangan Game Edukasi Untuk Anak Taman Kanak-Kanak (Tk) Dengan Implementasi Model Pembelajaran Visualitation Auditory Kinestethic (Vak),” JIPI (Jurnal Ilm. Penelit. dan Pembelajaran Inform., vol. 3, no. 1, pp. 8–16, 2018, doi: 10.29100/jipi.v3i1.586.
[15] E. Wahyuntari, F. Fauzia, and R. Subarjo, “Aksi Cegah Stunting Bersama IGABA Kapanewon Gamping,” BAKTIMU J. Pengabdi. Kpd. Masy. STF Muhammadiyah Cirebon, vol. 2, no. 2, pp. 215–224, 2022.
[16] A. Shunhaji, “Efektivitas Alat Peraga Edukatif (APE) Balok Dalam Mengembangkan Kognitif Anak Usia Dini,” J. Islam. Educ., vol. 21, no. 1, pp. 1–9, 2020.
Published
2023-11-22
How to Cite
Evi Wahyuntari, Faurina Risca Fauzia, & Yuni Purwati. (2023). Mewujudkan Generasi Bebas Stunting Melalui Implementasi Kurikulum Merdeka Kelompok Guru TK ABA. Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI, 7(2), 283-289. https://doi.org/10.37859/jpumri.v7i2.5860
Abstract views: 38 , PDF downloads: 28