Penerapan Metode Investigasi Kelompok dalam Pembelajaran Sains di SD Swasta Letjen Jamin Ginting’s Berastagi

  • Juli Loisiana Butar-butar Universitas Quality Berastagi
  • Ferdinand Sinuhaji Universitas Quality Berastagi
  • Agus Santoso Ginting Universitas Quality Berastagi
  • Lia Febrina Br Barus Universitas Quality Berastagi
  • Rian Josua Limbong Universitas Quality Berastagi
Keywords: pemecahan masalah, investigasi kelompok

Abstract

Memecahkan masalah dianggap sebagai aktivitas kognitif secara profesional. Namun tidak semua orang mampu menyelesaikan suatu masalah. Kurangnya informasi yang dapat mendukung penyelesaian masalah menjadi salah satu kendala. Investigasi adalah proses penelurusan yang bertujuan untuk mencari fakta sebenarnya. Dalam tingkat SD, pelajaran sains meliputi Matematika dan IPA merupakan subjek pelajaran yang membentuk konsep dalam memecahkan masalah. Kegiatan pengabdian ini berupa pelatihan penerapan metode investigasi kelompok dalam mata pelajaran Sains bagi siswa SD. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam satu kali pertemuan di SD Swasta Letjen Jamin Ginting’s Berastagi. Pelaksanaan dilakukan dengan tindakan kelas dengan tahapan yakni menggunakan media animasi, menjelaskan materi sains yang terdapat pada media animasi, membentuk kelompok untuk menyelesaikan soal tantangan. Tujuan pengadian ini adalah untuk memperkenalkan metode investigasi kelompok, untuk menganalis bahwa para siswa dapat menyelesaikan soal tantangan dalam waktu 20 menit. Berdasarkan hasil pelaksanaan ternyata kendala utama pelaksanaan adalah adanya materi yang ternyata belum dipelajari sehingga peneliti memerlukan waktu yang lebih eksta dalam menjelaskan materi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] E. E. Arikan dan H. Ünal, “Investigation of Problem-Solving and Problem-Posing Abilities of Seventh-Grade Students,” Educational Sciences: Theory and Practice, vol. 15, no. 5, pp. 1403-1416, 2015.

[2] C. I. Lee, “An appropriate prompts system based on the Polya method for mathematical problem-solving,” Eurasia Journal of Mathematics, Science and Technology Education, vol. 13, no. 3, pp. 893-910, 2016.

[3] I. Bayazit, “An Investigation of Problem Solving Approaches, Strategies, and Models Used by the 7th and 8th Grade Students When Solving Real-World Problems,” Educational sciences: Theory and practice, vol. 13, no. 3, pp. 1920-1927, 2013.

[4] E. Rosmaya, “Pembelajaran menulis teks eksposisi dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe investigasi kelompok di SMP,” DEIKSIS : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, pp. 111-127, 2018.

[5] S. M. Linder, J. B. Smart dan J. Cribbs, “A Multi-Method Investigation of Mathematics Motivation for Elementary Age Students,” Linder, S. M., Smart, J. B., & Cribbs, J. (2015). A Multi-Method InvesSchool Science and Mathematics, vol. 115, no. 8, pp. 392-403, 2015.

[6] L. Anggraini, R. A. Siroj dan R. I. I. Puri, “Penerapan model pembelajaran investigasi kelompok untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas viii-4 SMP Negeri 27 Palembang,” Jurnal Pendidikan Matematika, vol. 4, no. 1, pp. 33-44, 2010.

[7] R. B. Saptitiningsih, “Penerapan Metode Investigasi Kelompok dalam Pembelajaran Sejarah untuk Meningkatkan Minat Belajarpeserta Didik di SMK Negeri 2 Magelang,” Jurnal Dharma Bakti-LPPM IST AKPRIND, vol. 3, no. 2, pp. 160-168, 2020.

[8] D. M. R. Kartika, R. F. Pasandaran, Islahuddin dan P. Nurwahidin, “Penerapan Model Pembelajaran Investigasi pada Pembuktian Lingkaran Dalam Segitiga Berbasis Lesson Study,” dalam Seminar Nasional, Palopo, 2018.

[9] M. Jintapitak, “Use of animation characters to motivate students in a higher education class,” dalam International Conference on Digital Arts, Media and Technology (ICDAMT), 2018.
Published
2022-05-31
Abstract views: 41 , PDF downloads: 31