Sosialisasi Pembuatan Virgin Coconut Oil Sebagai Suplemen Peningkat Imunitas Untuk Menghadapi Covid-19 Di Kelurahan Gedung Johor Medan

  • Rosidah Rosidah Universitas Sumatera Utara
  • Mahatir Muhammad Universitas Sumatera Utara
  • Effendy De Lux Putra Universitas Sumatera Utara
  • Denny Satria Universitas Sumatera Utara
  • Panal Sitorus Universitas Sumatera Utara
  • M. Fauzan Lubis Universitas Sumatera Utara
Keywords: VCO, Pelatihan, Pengabdian

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai pembuatan Virgin Coconut Oil secara sederhana dan memberikan pengetahuan bahwa Virgin Coconut Oil dalam meningkatkan imunitas tubuh sehingga dapat menangani atau mencegah semakin berkembangnya pasien positif Covid-19. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang ditujukan kepada masyarakat di Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Medan. Pemahaman masyarakat terhadap manfaat dan kandungan VCO serta cara pembuatan VCO yang benar, sederhana dan dengan tetap memperhatikan kualitas dari VCO yang dibuat, dilihat berdasarkan mutu fisik meliputi warna, bau dan rasa yang dihasilkan VCO buatan sendiri dan VCO dari Palm Mustika yaitu normal untuk bau dan rasa serta berwarna putih hingga kuning pucat. Mutu kimia VCO buatan sendiri yang didominasi asam laurat yaitu 53,2% sedangkan VCO dari Mustika Palem yaitu 49,4%. asam lemak bebas (FFA) VCO buatan sendiri yaitu 0,38% sedangkan asam lemak bebas (FFA) VCO Mustika Palem yaitu 0,08%, bilangan peroksida VCO buatan sendiri yaitu 0,06 meq/kg sedangkan bilangan peroksida VCO Mustika Palem yaitu 0,00 meq/kg dan bilanga penyabunan VCO buatan sendiri yaitu 252,74 mg KOH/gram sedangkan bilangan penyabunan VCO Mustika Palem yaitu 253,13 mg KOH/gram.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1]. Badan Standarisasi Nasional. (2008). SNI 7381: 2008. Minyak Kelapa Virgin Coconout Oil. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
[2]. Badan Standarisasi Nasional. (2009). SNI 662: 2009. Penentuan Bilangan Asam. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
[3]. Badan Standarisasi Nasional. (2012). SNI 3657: 2012. Penentuan Bilangan Penyabunan. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
[4]. Badan Standarisasi Nasional. (2017). SNI 3960: 2017. Penentuan Bilangan Peroksida. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
[5]. Bawalan, D.D., dan Chapman, K.R. (2006). Virgin Coconut Oil Production Manual for Micro- and Village-Scale Processing. Bangkok: FAO Regional Office for Asia and the Pacific. Halaman: 3, 10-12, 15.
[6]. Centers for Disease Control and Prevention (CDC)a. (2020). https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prepare/transmission.html. Dipublikasikan 4 Maret 2020. Diakses 23 Maret 2020.
[7]. Fatimah, F & Barlina, R. (2011). Pengaruh Diet Emulsi Virgin Coconut Oil Terhadap Profil Lipid Tikus Putih (Rattus norvegicus). Jurnal Littri. Volume 17 no.1. ISSN 0853-8212. h.18-24
[8]. Ketaren, S. (1986). PengantarTeknologi Minyak dan Lemak Pangan. Universitas Indonesia (UI-Press).
[9]. Khopkar, S. M. (1990). Konsep Dasar Kimia Analitik. Universitas Indonesia. Jakarta.
[10]. Mokoginta, Y. (2002). Kajian Beberapa Siifat Mutu Minyak Kelapa Yang Diolah Melalui Beberapa Metode Pengolahan Secara Basah. Skripsi. Fakultas Pertanian UNSRAT Manado.
[11]. National Health Committee of the People’s Republic of China. Interpretation of New Coronavirus Pneumonia Diagnosis and Treatment Plan (Trial Version 6). http://www.nhc.gov.cn/yzygj/s7652m/202002/54e1ad5c2aac45c19eb54179 9bf637e9. Dipublikasikan 19 Februari 2020. Diakses 21 Maret 2020.
[12]. Pemerintah Kota Medan. 2020. https://covid19.pemkomedan.go.id/. Tanggal 29 April 2020.
[13]. Sutomo, B. (2006). Informasi Lengkap Mengenai Virgin Coconut Oil (VCO). Gizi dan Kuliner by Rudi: Informasi Lengkap Mengenai Virgin Coconut Oil (VCO).
[14]. World Health Organization (WHO)a. (2020). https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus 2019/technical-guidance/ naming-the-coronavirus-disease-(covid-2019)- and-the-virus-that- causes-it. Dipublikasikan 11 Februari 2020. Diakses 23 Maret 2020.
[15]. World Health Organization (WHO)b. (2020). https://www.who.int/newsroom/commentaries/detail/modes-of-transmission-of-virus-causing- COVID-19-implications-for-ipc-precaution-recommendations. Dipublikasikan 27 Maret 2020. Diakses 29 Maret 2020.
[16]. World Health Organization (WHO)c. (2020). https://www.who.int/dg/speeches/detail/who-director-general-s-opening remarks-at-the-media-briefing-on COVID-19---11-march-2020. Dipublikasikan 11 Maret2020. Diakses 23 Maret 2020.
Published
2021-05-20
Abstract views: 26 , PDF downloads: 21