Pelatihan Kader Posyandu dalam Pengolahan PMT solusi cegah Stunting di Lokus Stunting Kecamatan Tambang
Pengolahan PMT Cegah stunting
DOI:
https://doi.org/10.37859/jpumri.v10i2.12276
Abstract
Anak stunting berisiko mengalami peningkatan kesakitan dan kematian, terhambatnya perkembangan motorik dan mental, penurunan intelektual dan produktivitas, peningkatan risiko penyakit degeneratif, obesitas serta lebih rentan terhadap penyakit infeksi. Stunting pada anak sekolah dasar merupakan manifestasi dari stunting pada masa balita yang mengalami kegagalan dalam tumbuh kejar (catch up growth), defisiensi zat gizi dalam jangka waktu lama, serta adanya penyakit infeksi. Stunting tidak hanya disebabkan oleh satu faktor tetapi disebabkan oleh banyak faktor yang saling berhubungan satu dengan lain. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah gizi pada balita yaitu dengan melatih kader posyandu dalam pengolahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita stunting. Harapan dari upaya ini adalah kader dapat memahami pentingnya pengolahan PMT Lokal bagi balita dan memperbaiki status gizibalita. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Februari – April 2026 di Kabupaten Kampar. Sasaran kegiatan ini adalah kader posyandu berjumlah 40 orang. Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode praktek pengolahan PMT. Hasil pelaksanaan kegiatan yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengolah menu PMT.
Downloads
References
Erowati, D., Yolahumaroh, Y., & Marlina, Y. (2023). Video education of iron supplements and pregnancy nutrition to increase knowledge, adherence, and hemoglobin level. Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health), 9(3), 542–548.
Hatijar, H., Setiawati, A., Situmeang, L., Tyarini, I. A., Putri, S. Z., & Yunita, L. (2025). Balanced nutrition education as an effort to prevent stunting in toddlers. Jurnal Pengabdian Masyarakat Edukasi Indonesia, 2(2), 39–46. https://doi.org/10.61099/jpmei.v2i2.7
Hutapea, A., Nova, F., Panjaitan, T., Clementine, G., & Angelina, A. (2022). 1000 hari pertama kehidupan: Nutrisi dan tumbuh kembang anak. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 5(8), 2436–2447. https://doi.org/10.33024/jkpm.v5i8.6473
Khoiriah, N. A., & Faizah, U. (2021). Determinan kader posyandu dalam pemanfaatan buku KIA di wilayah kerja Puskesmas Singotrunan Banyuwangi. Healthy, 9(2), 24–35. https://www.ojsstikesbanyuwangi.com/index.php/healthy/article/view/253
Hindratni, F., Sartika, Y., & Sari, S. (2021). Optimalisasi peran posyandu dalam pencegahan stunting di desa Rimbo Panjang wilayah kerja Puskesmas Tambang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Jurnal Mitra Masyarakat (JMM), 2(2), 40–48. https://doi.org/10.47522/jmm.v2i2.88
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Buku kesehatan ibu dan anak. Kementerian Kesehatan RI.
Sampurna, M., Dewanti, L., & Prasticha, A. (2023). Correlations between maternal knowledge, attitude, and posyandu utilization on nutritional status in children under five. Journal of Maternal and Child Health. https://doi.org/10.26911/thejmch.2023.08.02.06
WHO, & UNICEF. (2023). Complementary feeding guidelines for infants and young children aged 6–23 months. Maternal & Child Nutrition, 19(S2), e12248. https://doi.org/10.1002/jpn3.12248
Widiasih, R., Sunjaya, D. K., Rahayuwati, L., Rusyidi, B., Sari, C. W. M., & Tung, S. E. H. (2025). Evaluating the knowledge, roles, and skills of health cadres in stunting prevention: A mixed-method study in Indonesia. Belitung Nursing Journal, 11(3), 330.
Yuliani, F., Mail, E., & Wari, F. E. (2023). Assistance for pregnant women in preventing KEK and anemia. Journal of Community Service for Health, 4(1), 1–4. https://doi.org/10.26699/jcsh.v4i1.1128
Yuliantie, P., Ningrum, N. W., & Istiqamah, I. (2024). Effective stunting prevention: Empowering maternal nutrition education in rural Indonesia through AKUR PENTING intervention. Health Sciences International Journal, 2(2), 183–190. https://doi.org/10.71357/hsij.v2i2.44
Yuwanti, Y., Mulyaningrum, F. M., & Susanti, M. M. (2021). Faktor–faktor yang mempengaruhi stunting pada balita di Kabupaten Grobogan. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 10(1), 74–84. https://doi.org/10.31596/jcu.v10i1.704










