Cegah Stunting Sejak Dini Melalui Inovasi Edukasi Pintar di Nagari Padang Laweh Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam
DOI:
https://doi.org/10.37859/jpumri.v10i1.11142
Abstract
Stunting merupakan masalah kesehatan yang serius di Indonesia karena dapat berdampak pada kesehatan anak-anak, perkembangan otak, dan kualitas hidup di masa depan. Pemberian edukasi dan pemantauan tumbuh kembang merupakan salah satu kunci untuk mencegah stunting. Upaya penanggulangan stunting secara komprehensif memerlukan sinergisitas multi faktor termasuk peran serta aktif dari masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan motivasi, pengetahuan dan keterampilan kelompok cegah stunting dalam pemantauan tumbuh kembang balita melalui pemberian edukasi pintar dan simulasi pemantauan tumbuh kembang.
Lokasi kegiatan PkM nagari Padang Laweh dengan sasaran kegiatan kelompok cegah stunting, kader dan ibu balita sebanyak 30 orang. Metode yang digunakan adalah pemberian edukasi melalui pelatihan, sosialisasi dan simulasi pemantauan tumbuh kembang menggunakan aplikasi berbasis web “Lihat Ceria Besti”, melatih keterampilan stimulasi tumbuh kembang berdasarkan hasil pemantauan tumbuh kembang dan pendampingan kelompok cegah stunting. Instrumen untuk menilai keberhasilan berupa kuesioner dan lembar observasi keterampilan. Hasil kegiatan didapatkan 100% balita dengan pertumbuhan normal, 100% balita dengan perkembangan sesuai, telah dilaksanakannya kegiatan pendampingan anggota kelompok cegah stunting sebanyak 2 kali, rata-rata pengetahuan sebelum pendampingan 54.3 menjadi 92.2 setelah pendampingan, terjadi peningkatan ±69.8%, dan 100% kelompok intervensi sudah dapat melakukan pemantauan tumbuh kembang berbasis web menggunakan aplikasi ”LIHAT CERIA BESTI”.
Downloads
References
Kementerian Kesehatan RI, “Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia,” Semester I., Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2018.
C. Ardian, H. W. Subagio, and A. Margawati, “Determinan kejadian stunting pada bayi usia 6 bulan di kota semarang,” Jurnal Gizi Indonesia, vol. 4 No. 2, pp. 82–88, 2016.
R. V. Latif and I. Nur, “Determinan Stunting pada Siswa SD di Kab. Pekalongan,” Unnes Journal of Public Health, vol. 6, no. 3, Jan. 2017.
D. P. Arfianingsih and A. Fanny, “Hubungan Pemberian ASI Eksklusif pada Anak Usia 6-59 Bulan dengan Kejadian Stunting di Kota Padang,” Jurnal Kesehatan Medika Saintika, vol. 11, no. 2, pp. 91–96, Dec. 2020.
Kementerian Kesehatan RI, “HASIL UTAMA RISKESDAS 2018,” Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2018.
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, “Status Gizi SSGI 2022,” Jakarta, Dec. 2022.
Supianto, “BKKBN : Angka Prevalensi Stunting di Indonesia Masih Cenderung Tinggi,” Jurnas.com. [Online]. Available: https://www.jurnas.com/artikel/97784/BKKBN-Angka-Prevalensi-Stunting-di-Indonesia-Masih-Cenderung-Tinggi/
Desca Lidya Natalia, “ANTARA NEWS 10 PROVINSI ANGKA STUNTING TERTINGGI,” Antara News. [Online]. Available: https://sumbar.antaranews.com/berita/377254/10-provinsi-dengan-angka-stunting-tertinggi-sumbar-tidak-termasuk
Kementerian Kesehatan RI, “Laporan Kinerja Kementerian Kesehatan,” Jakarta, Feb. 2022.
L. Kementerian Kesehatan RI, “RISET KESEHATAN DASAR 2013,” 2013.
S. Fauzi and P. Wiyoko, “Hubungan Stimulasi Deteksi dengan Kejadian Stunting: Literatur Review 2021,” Borneo Student Research, vol. 3, no. 3, pp. 2423–2442, Aug. 2022.
F. Dika Rufaida, A. M. Raharjo, and A. Handoko, “Hubungan Faktor Keluarga dan Rumah Tangga dengan Kejadian Stunting pada Balita di Tiga The Correlation of Family and Household Factors on The Incidence of Stuntingon Toddlers in Three Villages Sumberbaru Health Center Work Area of Jember,” Journal of Agromedicine and Medical Sciences, vol. 6, no. 1, 2020.
F. D. Astuti, I. Inayah, F. Rudhiati, S. Y. R. Fitri, and M. Murtiningsih, “Status Gizi dan Antenatal Care terhadap Kejadian Stunting pada Anak Balita,” Jurnal Keperawatan Silampari, vol. 6, no. 2, pp. 1289–1294, Mar. 2023, doi: 10.31539/jks.v6i2.4359.
T. Beal, A. Tumilowicz, A. Sutrisna, D. Izwardy, and L. M. Neufeld, “A review of child stunting determinants in Indonesia,” Oct. 01, 2018, Blackwell Publishing Ltd. doi: 10.1111/mcn.12617.
Doddy Izwardy, “Kebijakan dan strategi penanggulangan stunting di indonesia,” in Kebijakan dan Strategi Penanggulangan Stunting di Indonesia, Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2019.
S. Rahmi, L. Evareny, and R. Mesalina, “Pendampingan PAUD dalam Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Usia 12 - 59 Bulan sebagai Upaya Pencegahan Stunting melalui Pemanfaatan Aplikasi SDIDTK di Kota Payakumbuh tahun 2023,” Bukittinggi, 2023.
A. Y. Wuriningsih, D. W. P. Sari, and N. N. Khasanah, “Pendampingan Kelompok Pendamping Stimulasi Tumbuh Kembang (KP-Stimulan) berbasis Self Help Group di Rumah Sehat Anti Stunting,” Community Empowerment, vol. 6, no. 4, pp. 555–562, Mar. 2021, doi: 10.31603/ce.4427.
N. Sholihat, A. D. Yana, W. Ruhammah, and B. Rahmat, “Strategi Pencegahan Stunting Melalui Pemberdayaan Masyarakat Dan Intervensi Gizi Pada Anak-anak Di Kelurahan Tanjung Palas,” Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI, vol. 8, no. 3, pp. 582–588, Nov. 2024.
Lili Dariani, Y. Sefrina, and F. Bachtar, “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembentukan Dan Pelatihan Kelompok Cegah Stunting (Centing ) Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting Di Nagari Padang Laweh Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam,” Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI, vol. 7, no. 2, pp. 360–366, Nov. 2023, doi: 10.37859/jpumri.v7i2.6173.
Vitriani, Willyansah, and S. E. Putri, “Penguatan Edukasi Gizi dan Nutrisi Berbasis Sistem Telemedicine Untuk Pencegahan Stunting Pada Ibu Hamil dan Menyusui,” Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI, no. 1, p. 44, Mar. 2025.










