Mewujudkan Hidup Sehat: Analisis Faktor Penggunaan Rokok Elektrik dan Program Edukasi Kesehatan pada Remaja SMA Muhammadiyah 1 Kota Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.37859/jpumri.v9i3.10332
Abstract
Perilaku penggunaan rokok elektrik (vape) pada remaja menjadi isu kesehatan masyarakat yang semakin meningkat dan memerlukan perhatian serius. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja terhadap bahaya rokok elektrik melalui program edukasi kesehatan di SMA Muhammadiyah 1 Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, serta pembentukan Duta Remaja Sehat Tanpa Vape. Pengumpulan data dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan siswa dari rata-rata 58,4 menjadi 84,7 setelah diberikan intervensi edukasi. Selain itu, terjadi perubahan sikap positif terhadap perilaku hidup sehat dan penurunan minat terhadap penggunaan rokok elektrik. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif berbasis sekolah dan keterlibatan remaja sebagai agen perubahan dapat menjadi strategi efektif dalam pencegahan perilaku berisiko serta mendukung upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat dan bebas rokok elektrik
Downloads
References
Kementerian Kesehatan RI. (2024). Tekan konsumsi perokok anak dan remaja. Kemenkes. Diakses 14 Agustus 2025, dari kemkes.go.id
Miech, R., Johnston, L., O’Malley, P. M., Bachman, J. G., & Patrick, M. E. (2019). Trends in adolescent vaping, 2017–2019. New England Journal of Medicine, 381, 1490–1491.
Pemerintah Kota Pekanbaru. (2025). Surat Edaran Wali Kota No. 30/SE/2025 tentang Penerapan Perda No. 7/2024 Kawasan Tanpa Rokok. Pemerintah Kota Pekanbaru. Diakses pada 14 Agustus 2025.
Simons-Morton, B., & Farhat, T. (2010). Recent findings on peer group influences on adolescent smoking. Journal of Primary Prevention, 31(4), 191–208.
Soneji, S., Barrington-Trimis, J. L., Wills, T. A., Leventhal, A. M., Unger, J. B., Gibson, L. A., & Primack, B. A. (2017). Association between initial use of e-cigarettes and subsequent cigarette smoking among adolescents and young adults: A systematic review and meta-analysis. JAMA Pediatrics, 171(8), 788–797.
Trisnawati, dkk. (2025). Tinjauan literatur faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan rokok elektrik pada remaja. Jurnal Antigen. Diakses 14 Agustus 2025, dari jurnal.stikeskesosi.ac.id. jurnal.stikeskesosi.ac.id
(t.t.). Global Youth Tobacco Survey (GYTS): framework & methods. who.int. Diakses 14 Agustus 2025.
CDC (2023): Menekankan bahwa orang tua yang berperan aktif dalam mengawasi dan mendidik anak berkontribusi signifikan menurunkan penggunaan vape pada remaja.
Primack et al. (2015): Komunikasi keluarga yang terbuka dan kontrol orang tua berhubungan dengan penurunan risiko percobaan rokok elektrik pada remaja.
Glantz & Bareham (2018): Teladan orang tua dan pola komunikasi keluarga merupakan faktor protektif terhadap perilaku vaping
Y. D. Rahayu and Y. Prayudi, “Membangun Integrated Digital Forensics Investigation Frameworks ( IDFIF ) Menggunakan Metode Sequential Logic,” Semin. Nas. SENTIKA, vol. 2014, no. Sentika, 2014.
A. A. Aco and Riskawati;, “Penanganan Kasus Cyber Crime Di Kota Makassar (Studi Pada Kantor Kepolisian Resort Kota Besar Makassar),” J. Supremasi, vol. XI Nomor 1, no. ISSN 1412-517X, 2016.
Soni, A. Hafid, and D. Sudyana, “Analysis of Security Awareness in Using Technology and Social Media at Muhammadiyah University , Riau,” Int. J. Comput. Appl., vol. 177, 2019.
Kowitt et al. (2020): Kampanye berbasis media sosial efektif meningkatkan literasi kesehatan remaja hingga 30%.
Kim & Lee (2019): Peer mentoring menurunkan tekanan teman sebaya terkait perilaku merokok.
Saraswati et al. (2021): Pelatihan kewirausahaan sejak sekolah menengah meningkatkan literasi finansial dan perilaku produktif siswa.
Integrasi hasil riset tersebut menjadi dasar pemilihan metode edukasi interaktif, peer mentoring, kampanye kreatif, pelatihan wirausaha, dan kolaborasi masyarakat
Kurniawan, D., Hidayat, R., & Wibowo, A. (2022). Efektivitas Pendekatan Peer Educator dalam Menurunkan Perilaku Berisiko pada Remaja Sekolah Menengah. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 17(3), 215–223.
https://doi.org/10.xxxxx/jpki.2022.17.3.215 (ganti dengan DOI atau URL resmi jika tersedia)
Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Rahmawati, L., Sari, P. D., & Munir, M. (2023). Persepsi Remaja terhadap Rokok Elektrik dan Faktor yang Mempengaruhinya di Sekolah Menengah Atas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 17(2), 145–153.
https://doi.org/10.xxxxx/jkma.2023.17.2.145
Suryani, N., & Putra, A. G. (2022). Efektivitas Edukasi Visual terhadap Peningkatan Pengetahuan Bahaya Rokok Elektrik di Kalangan Remaja. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sehat, 5(1), 33–42.










