Inisiasi Taman Sensori dan High Impact Outbound: Upaya Meningkatkan Keterampilan Hidup dan Kecerdasan Emosional Anak melalui Interaksi dengan Alam di Sekolah Alam Kubang Raya
DOI:
https://doi.org/10.37859/jpumri.v9i3.10280
Abstract
Kemampuan hidup dan kecerdasan emosional anak sangat penting dalam proses pendidikan, terutama dalam pembentukan kepribadian dan kemampuan anak untuk beradaptasi dengan lingkungan sosial. Untuk mendukung hal ini, program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini berfokus pada pembuatan taman sensori dan pelaksanaan High Impact Outbound di Sekolah Alam Kubang Raya. Taman sensori ini dirancang sebagai ruang interaktif yang memanfaatkan rangsangan multisensorik yang berasal dari alam untuk meningkatkan perkembangan motorik, kognitif, dan emosional anak. Selain itu, kegiatan High Impact Outbound mengarahkan anak untuk berpartisipasi dalam aktivitas luar ruang yang menantang secara fisik dan mental sambil mengajarkan mereka untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengelola emosi. Program ini meningkatkan kecerdasan emosional anak dan keterampilan hidup seperti menyelesaikan masalah, kerjasama tim, dan pengendalian diri melalui metode partisipatif dan interaktif. Program pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini mendapatakan pendanaan tahun 2025 dari kementrian Pendidikan tinggi sains dan teknologi. Metode pelaksanaan meliputi: (1) perancangan dan pembangunan taman sensori yang memanfaatkan material alami seperti pasir, batu, air, dan tanaman; (2) pelatihan dan pendampingan (3) evaluasi kegiatan. Program ini diharapkan menjadi model pembelajaran berbasis alam yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain sebagai alternatif pendidikan karakter dan pengembangan kecerdasan emosional anak.
Downloads
References
Vilmala, B. K., Hafid, A., & Hamka, D. (2020). Optimalisasi leadership dan sarana belajar sebagai pilar pendidikan sekolah alam melalui inisiasi outbound di Sekolah Alam Rumbai Pekanbaru. Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI, 4(1), 17–24.
Thalia, S., Sit, M., & Sapri. (2018). Pengaruh permainan outbound terhadap kecerdasan kinestetik anak pada kelompok B di Bandar Klippa. Jurnal Raudhah, 6(2
Bisjoe, A. R. H. (2018). Menjaring data dan informasi penelitian melalui FGD (Focus Group Discussion): Belajar dari praktik lapang. Info Tek. EBONI, 15(1), 17–28
Arizal, D., & Nugroho, M. S. P. (2022). Kajian fasilitas keamanan pada arena outbound Lawu Park sebagai strategi pengembangan nature extreme park. Seminar Ilmiah Arsitektur III, 334–341.
Wadi, H., Pratiwi, N., Egista, E., & Zubair,
M. (2021). Penguatan pariwisata melalui spot olahraga panahan Pasar Pancingan Desa Wisata Hijau Bilebante di masa pandemi COVID-19. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 4(1).
Ramdani, L. A., & Azizah, N. (2019). Permainan outbound untuk perkembangan motorik kasar anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 494.
Syurya, R. T., Sari, H. K., Nuraliffah, W. Y., Agnesiayu, M., Diningsih, A. D., Arisanty, A., Raihan, M., & Marsyanda, F. (2025). Optimalisasi Program Panen Hujan dan Clean Energy Berbasis Masyarakat di Sekolah Alam Rumbai. 9(2), 397–402.
Wulan Siti Hajar, Latifah Permatasari Fajrin, Eko Setiawan, & Hery Setiyatna. (2021). Upaya Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Anak Melalui Outbound. ABNA : Journal of Islamic Early Childhood Education, 1(2), 93–103.










