Inovasi Pemberdayaan Komunitas Disabilitas: Penguatan Ekonomi dan Inklusi Sosial melalui HIDIMU Riau
DOI:
https://doi.org/10.37859/jpumri.v9i3.10262
Abstract
Program pengabdian masyarakat bersama Himpunan Disabilitas Muhammadiyah (HIDIMU) Riau dilaksanakan sebagai upaya pemberdayaan penyandang disabilitas yang masih menghadapi stigma sosial, keterbatasan keterampilan, minimnya akses pasar, dan keterbatasan modal usaha. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi, kepercayaan diri, serta inklusi sosial difabel melalui pendekatan pelatihan keterampilan, inovasi digital, dan penguatan dukungan keluarga. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi masalah, pelatihan keterampilan (digital printing bagi tuna rungu dan tuna daksa, pijat shiatsu bagi tuna netra), pengembangan produk inovasi berupa website resmi HIDIMU dan e-katalog UMKM, serta kegiatan puncak Riau Difabel Fair yang menghadirkan talk show penguatan keluarga difabel dan lelang serta bazar produk hasil kreatifitas difabel. Pendekatan partisipatif diterapkan dengan melibatkan anggota HIDIMU, keluarga, serta mitra eksternal secara aktif dalam setiap tahapan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan peserta, lahirnya produk teknologi dan inovasi, serta penguatan identitas organisasi melalui media digital. Luaran yang dicapai antara lain website dan e-katalog produk, video dokumentasi, serta publikasi di media massa online. Program ini berdampak positif terhadap peningkatan produktivitas, akses pasar, dan pengurangan stigma sosial, sekaligus memperkuat peran HIDIMU sebagai model pemberdayaan disabilitas yang inklusif dan berkelanjutan.
Downloads
References
Jeni Wardi et al., “Analisis Persepsi dan Preferensi Masyarakat Disabilitas terhadap Kebijakan dan Fasilitas Disabilitas di Kota Pekanbaru Riau,” J. Karya Ilm. Multidisiplin, vol. 3, no. 1, pp. 25–37, 2023, doi: 10.31849/jurkim.v3i1.11932.
HIDIMU, “Hidimu: Organisasi Disabilitas untuk Inklusi di Indonesia.” Accessed: Mar. 27, 2025. [Online]. Available: https://hidimu.org/hidimu-organisasi-disabilitas-untuk-inklusi-di-indonesia/
Pemerintah Provinsi Riau, “Keputusan Gubernur Riau Pembentukan Tim Rancangan peraturan Daerah Tentang perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas provinsi Riau,” Riau, 2024.
Pemerintah Kota Pekanbaru, “Dinsos Data 1.130 Penyandang Disabiltas di Pekanbaru,” Portal Resmi Kota Pekanbaru. Accessed: Mar. 27, 2025. [Online]. Available: https://www.pekanbaru.go.id/p/news/dinsos-data-1130-penyandang-disabiltas-di-pekanbaru
Y. Y. Syahda Ardelia, “Penerimaan Diri Pada Penyandang Disabilitas Netra Di SLB Negeri A Pajajaran Kota Bandung,” no. c, 2024.
K. Mulyani, M. Sahrul, and A. Ramdoni, “Ragam diskriminasi penyandang disabilitas fisik tunggal dalam dunia kerja,” Khidm. Sos. J. Soc. Work Soc. Serv., vol. 3, no. 1, pp. 11–20, 2022.
D. A. Riscal and S. Sahbany, “Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Digital Marketing,” Sasambo J. Abdimas (Journal Community Serv., vol. 5, no. 2, pp. 335–346, 2023, doi: 10.36312/sasambo.v5i2.1169.
K. Joesyiana, K. Wahyuni, A. Basriani, S. Wahyuni, A. Adriani, and D. Susanti, “Pelatihan Strategi Berwirausaha Bagi SDM Penyandang,” NEAR J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 2, no. 1, 2022.
Hastuti, R. K. Dewi, R. P. Pramana, and H. Sadaly, Kendala mewujudkan pembangunan inklusif. 2020.
C. J. Lia Dama Yanti, Vivin Hanitha, Rina Aprilyanti, “Analisis Faktor penentu kemandirian kewirausahaan inklusif penyandang disabilitas, lia dama yanti, vivin hanitha, rina aprilyanto, citrawati jatiningrum, 2022.pdf,” eCo-Buss, vol. 5, no. 09, pp. 309–323, 2022.
L. Lianto, “Self-Efficacy: A Brief Literature Review,” J. Manaj. Motiv., vol. 15, no. 2, p. 55, 2019, doi: 10.29406/jmm.v15i2.1409.










