DAMPAK INTERVENSI PENGAJARAN TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR DAN PROGRAM DARING
DOI:
https://doi.org/10.37859/jeits.v6i2.6518
Abstract
Diharapkan bahwa siswa akan merasa lebih bebas dan termotivasi untuk belajar dengan metode Pembelajaran daring ini. Meskipun demikian, telah diketahui bahwa pembelajaran melalui internet memberikan dampak yang signifikan terhadap penurunan keinginan untuk belajar. Saat siswa mengikuti pembelajaran daring, mereka mungkin merasa jenuh, bosan, dan stres. Untuk mendorong siswa dalam keadaan belajar seperti ini, peran guru sangat dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mempelajari peran guru sebagai motivator peserta didik, khususnya dalam pembelajaran online. Untuk mencapai tujuan ini, metode ini memerlukan pengumpulan banyak dari data, dan beberapa teknik serta analisis dari jurnal. Penelitian ini menggunakan sumber kepustakaan dari temuan penelitian sebelumnya, jurnal, serta data lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sebagai motivator tidak hanya meningkatkan kemauan siswa untuk belajar, tetapi juga memberikan apresiasi dan pembelajaran daring yang nyata dan beragam. Karena peran guru sebagai motivator penting bagi siswa yang belajar daring, ditemukan bahwa guru harus merenungkan diri mereka sebagai makhluk estetika yang kreatif. Dengan demikian, seorang guru dapat membuat strategi belajar yang beragam untuk para siswa mereka dan juga bertanggung jawab atas kreativitas mereka sendiri.
Downloads
References
[2] A. Amini, T. Prasetyo, and R. Yektyastuti, “Hubungan Antara Pembelajaran Daring Dengan Kemandirian Belajar Siswa Selama Pandemi Covid-19,” SITTAH J. Prim. Educ., vol. 3, no. 1, pp. 45–59, 2022, doi: 10.30762/sittah.v3i1.3.
[3] H. Mubarok, “Implementasi Manajemen Kelas pada Sekolah Dasar dalam Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik di Masa Pandemi Covid-19,” J. Stud. Inov., vol. 1, no. 3, pp. 36–44, 2021, doi: 10.52000/jsi.v1i3.52.
[4] N. Sri Hartati, A. Thahir, and A. Fauzan, “Management Daring dan Luring di Masa Pandemi Covid 19-New Normal,” J. Islam. Educ. Manag., vol. 6, no. 2, pp. 97–116, 2020, [Online]. Available: http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/El-idare
[5] N. H. Zain, I. C. Sayekti, and R. Eryani, “Problematika Pembelajaran Daring pada Peserta Didik di Sekolah Dasar,” J. Basicedu, vol. 5, no. 4, pp. 1840–1846, 2021, [Online]. Available: https://jbasic.org/index.php/basicedu/article/view/1051
[6] I. Suwardi and R. Farnisa, “Hubungan Peran Guru Dalam Proses Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar Siswa,” J. Gentala Pendidik. Dasar, vol. 3, no. 2, pp. 181–202, 2018, doi: 10.22437/gentala.v3i2.6758.
[7] T. B. Wulandani and R. Humaidi, “Peran Guru Dalam Peningkatan Kualitas Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Daring Di Madrasah Ibtidaiyah,” Educ. J. Prim. Educ., vol. 2, no. 1, pp. 75–86, 2021, doi: 10.35719/educare.v2i1.47.
[8] S. P. Dewi, S. D. Ardianti, and M. N. Ahsin, “Dampak Pembelajaran Online Bagi Siswa Sekolah Dasar,” WASIS J. Ilm. Pendidik., vol. 2, no. 2, pp. 127–132, 2021, doi: 10.24176/wasis.v2i2.6626.
[9] E. Surahman, R. Santaria, and E. I. Setiawan, “TANTANGAN PEMBELAJARAN DARING DI INDONESIA Pendahuluan Pembelajaran daring adalah proses pembelajaran yang dilakukan,” J. Islam. Educ. Manag., vol. 5, no. 2, pp. 94–95, 2020.
[10]F. Oviyanti, “Tantangan Pengembangan Pendidikan Keguruan di Era Global,” Nadwa J. Pendidik. Islam, vol. 7, no. 2, pp. 267–282, 2016, doi: 10.21580/nw.2013.7.2.562.
[11]A. Nurohman, “Signifikansi Literasi Informasi (Information Literacy) Dalam Dunia Pendidikan Di Era Global,” J. Kependidikan, vol. 2, no. 1, pp. 1–25, 1970, doi: 10.24090/jk.v2i1.537.
[12]A. Sutarman, I. G. P. Wardipa, and M. Mahri, “Penguatan Peran Guru di Era Digital Melalui Program Pembelajaran Inspiratif,” Tarbawi J. Keilmuan Manaj. Pendidik., vol. 5, no. 02, p. 229, 2019, doi: 10.32678/tarbawi.v5i02.2097.
[13]R. Winata, R. N. Friantini, and R. Astuti, “Kemandirian belajar dan Kedisipilinan Belajar terhadap Prestasi Mahasiswa pada Perkuliahan Daring,” J. e-DuMath, vol. 7, no. 1, pp. 18–26, 2021, doi: 10.52657/je.v7i1.1343.
[14]U. Wirantasa, “Pengaruh Kedisiplinan Siswa Terhadap Prestasi Belajar Matematika,” Form. J. Ilm. Pendidik. MIPA, vol. 7, no. 1, pp. 83–95, 2017, doi: 10.30998/formatif.v7i1.1272.
[15]Rifky, “Strategi Guru Dalam Menumbuhkan Kemandirian Belajar,” Edukatif J. Ilmu Pendidik., vol. 2, no. April, pp. 85–92, 2020.
[16]L. Widiyanti, “Evaluasi Program Pendidikan Karakter Kejujuran Siswa Sd Muhammadiyah Sapen Yogyakarta,” G-Couns J. Bimbing. dan Konseling, vol. 3, no. 2, pp. 283–291, 2019, doi: 10.31316/g.couns.v3i2.318.
[17]S. Sartika, “Pembentukan Karakter Peserta Didik SDIT Insan Madani di era Pembelajaran Daring,” JUDIKDAS J. Ilmu Pendidik. Dasar Indones., vol. 1, no. 3, pp. 173–180, 2022.
[18]E. Patimah and S. Sumartini, “Kemandirian Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Daring: Literature Review,” Edukatif J. Ilmu Pendidik., vol. 4, no. 1, pp. 993–1005, 2022, doi: 10.31004/edukatif.v4i1.1970.
[19]K. Yulianti and U. Utomo, “Perbandingan Implementasi Pembelajaran Daring dan Luring di Sekolah Dasar,” J. Basicedu, vol. 6, no. 2, pp. 2410–2418, 2022, doi: 10.31004/basicedu.v6i2.2231.
[20]Y. N. Fridayanti, “Pengaruh Pembelajaran Daring Terhadap Capaian Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar,” Prem. J. Islam. Elem. Educ., vol. 3, no. 1, pp. 94–102, 2021, doi: 10.51675/jp.v3i1.114.
[21]I. Tambunan, N., & Siagian, “Problematika Pada Pembelajaran Daring Dan Tingkat Pencapaian Hasil Belajar Siswa Pada Materi Ajar Ips: Sebuah Studi Kasus Pembelajaran Daring Masa Pandemi Covid-19,” Semin. Nas. Pendidik. IPS, no. 2, pp. 371–382, 2020.
[22]B. Suranto, “VIRTUAL Classroom: Strategi Pembelajaran Berbasis synchonous e-learning,” Semin. Nas. Apl. Teknol. Inf., vol. 2019, no. Snati, pp. 78–86, 2019.





