https://ejurnal.umri.ac.id/index.php/JKU/issue/feedAs-Shiha: Jurnal Kesehatan2026-02-23T16:28:45+07:00Admin As-shihaas-shiha@umri.ac.idOpen Journal Systemshttps://ejurnal.umri.ac.id/index.php/JKU/article/view/10452Peran Orang Tua dalam Mencegah Kecanduan Gadget pada Anak Usia Sekolah2026-01-27T23:38:52+07:00Isnaniarisnaniar@umri.ac.idWiwik Norlitawiwiknorlita@umri.ac.idRahmi Aminirahmiamini@umri.ac.idNisra Dayanti Zalukhuisnaniar@umri.ac.idYulis Bonieghtyulisbonieght@umri.ac.id<p>Teknologi adalah benda-benda atau alat-alat yang diciptakan oleh menusia untuk membantu dan mempermudah pekerjaan manusia dalam melakukan beberapa hal Penggunaan gadget yang berlebihan akan membawa dampak buruk bagi perkembangan sosial dan emosional anak. Dampak buruk penggunaan gadget pada anak antara lain anak menjadi pribadi tertutup, gangguan tidur, suka menyendiri, perilaku kekerasan, pudarnya kreativitas, dan ancaman cyberbullying. gadget pada anak usia dini dengan cara membatasi pemakaian gadget, mengawasi anak dalam bermain gadget dengan figur orang tua yang berperan sangat penting serta memberi jadwal waktu yang tepat saat anak bermain gadget, agar gadget tidak dapat menghambat perkembangan sosial anak usia dini Tujuan Untuk Mengetahui Peran Orang Tua dalam Mencegah Kecanduan Gadget pada Usia Sekolah Di SD Negeri 159 Pekanbaru. Jenis penelitian adalah kuantitatif, Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 159 Pekanbaru . Populasi dan Sampel pada penelitian ini berjumlah 55 orang Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Purposive sampling karena peneliti menyebarkan angket/kuesioner kepada setiap responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Hasil Penelitian Peran orang tua dalam mencegah kecanduan gadget Di SD Negeri 159 Kota Pekanbaru adalah Berperan 32 responden (58,2%). Kesimpulan peran orang tua dalam mencegah anak usia dini saat menggunakan gadget lebih menonjol kepada ibu dari pada ayah. Karena adanya perbedaan peran antara Ayah dan Ibu membuat waktu yang digunakan oleh orang tua mendampingi anak dirumah sedangkan ibu melakukan perannya untuk mendampingi anak setiap hari.</p>2025-12-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 As-Shiha: Jurnal Kesehatanhttps://ejurnal.umri.ac.id/index.php/JKU/article/view/10840Penerapan Mobilisasi Dini terhadap Proses Penyembuhan Luka pada Pasien Post Sectio Caesarea2026-01-27T23:38:05+07:00Wiwik Norlitawiwiknorlita@umri.ac.idIsnaniarisnaniar@umri.ac.idAmini Rahmirahmiamini@umri.ac.idNovi Anggela Pitriisnaniar@umri.ac.id<p>Cesarean section (CS) is a common surgical procedure performed to save the lives of both mother and baby. However, this operation leaves a wound that requires optimal healing. Early mobilization is believed to accelerate wound healing by increasing blood circulation and preventing postoperative complications. Objective: To determine the effect of early mobilization on the wound healing process in post-cesarean section patients. Method: This study used a descriptive case study approach involving two post- CS mothers at Arifin Achmad General Hospital in Pekanbaru. Early mobilization intervention was carried out over three days, and wound healing was assessed using the REEDA scale. Results: Both respondents showed good wound healing outcomes, with REEDA scores of 2 and 4 on the third postoperative day. No additional complications were observed during the intervention period. Conclusion: Early mobilization is effective in accelerating wound healing in post-cesarean section patients and can be recommended as part of standard postoperative care.</p>2025-12-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 As-Shiha: Jurnal Kesehatanhttps://ejurnal.umri.ac.id/index.php/JKU/article/view/10451Persepsi Konsumsi Beras Merah dalam Menurunkan Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Payung Sekaki2026-01-27T23:33:24+07:00Isnaniarisnaniar@umri.ac.idWiwik Norlitawiwiknorlita@umri.ac.idRahmi Aminirahmiamini@umri.ac.idNailul Husnaisnaniar@umri.ac.id<p>Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai dengan kadar glukosa darah (gula darah) melebihi normal yaitu kadar gula darah sewaktu sama atau lebih dari 200 mg/dl, dan kadar gula darah puasa di atas atau sama dengan 126 mg/dl (Misnadiarly, 2013. DM dikenal sebagai silent killer karena sering tidak disadari oleh penyandangnya dan saat diketahui sudah terjadi komplikasi.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Gambaran persepsi penggunaan konsumsi beras merah untuk menurunkan glukosa darah pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Payung Sekaki. Jenis penelitian adalah Correlational study Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Payung Sekaki dari 48 responden Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan menggunakan skala likert Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Persepsi penggunaan konsumsi beras merah pada Pasien Diabetes Melitus Di Puskesmas Payung Sekaki dari 48 responden sebagian besar persepsi positif 25 responden (52,1% dan Persepsi Negatif 23 responden (47,9%). Mayoritas responden pernah Konsumsi Beras Merah 33 responden (66,8%) dan tidak pernah konsumsi beras merah 15 responden (31,3%), Kesimpulan penelitian ini mayoritas responden Konsumsi Beras Merah dan sebagian besar responden memiliki Persepsi yang positif dalam Penggunaan Konsumsi Beras merah untuk menurunkan glukosa darah.</p>2025-12-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 As-Shiha: Jurnal Kesehatanhttps://ejurnal.umri.ac.id/index.php/JKU/article/view/10821Penerapan Pemberian Aloe Vera Oil dalam Upaya Mengurangi Stretch Marks pada Ibu Hamil2026-01-27T23:39:51+07:00Wiwik Norlitawiwiknorlita@umri.ac.idIsnaniarisnaniar@umri.ac.idRahmi Aminirahmiamini@umri.ac.idSuci Hidayaniisnaniar@umri.ac.id<p><em>Stretch marks (striae gravidarum) are a common issue experienced by pregnant women, particularly during the second and third trimesters, which can cause physical discomfort and psychological impact. Objective: This studi aimed to determine the effectiveness of aloe vera oil in reducing the number and severity of stretch marks in pregnant women. Methods: This research used a descriptive observational case studi method with a continuity of care approach conducted at the Independent Midwife Practice (TPMB) Bd. Dince Safrina, SST, M.KM, in Pekanbaru during 09 April–02 May 2025. The subjects consisted of two third-trimester pregnant women with stretch marks in the abdominal area. Theintervention involved applying aloe vera oil twice daily for 10 days, with monitoring conducted over three visits. Results: The results showed a reduction in the number of stretch marks from moderate to mild category in both respondents. Conclusion: These findings suggest that regular application of aloe vera oil can help reduce stretch marks in pregnant women. This studi recommends the use of aloe vera oil as a safe and effective non-pharmacological skincare alternative to enhance comfort and confidence during pregnancy</em></p>2025-12-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 As-Shiha: Jurnal Kesehatanhttps://ejurnal.umri.ac.id/index.php/JKU/article/view/10453Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Keaktifan Kunjungan Posyandu Lansia di Puskesmas Payung Sekaki2026-01-30T07:30:19+07:00Isnaniarisnaniar@umri.ac.idWiwik Norlitawiwiknorlita@umri.ac.idRahmi Aminirahmiamini@umri.ac.idNur Aidaisnaniar@umri.ac.id<p>Lansia adalah kelompok yang mengalami perubahan akibat proses penuaan. Perubahan tersebut menimbulkan permasalahan yang dapat mempengaruhi kesehatan lansia, seperti permasalahan fisiologis dan psikologis. Posyandu Lansia bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan lansia dan mutu pelayanan kesehatan di masyarakat. Kegiatan Posyandu Lansia adalah perilaku atau aktivitas yang dapat dilihat secara teratur, termasuk partisipasi peserta dalam kegiatan Posyandu.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan terhadap keaktifan kunjungan Posyandu Lansia di Puskesmas Payung Sekaki. Metode : Jenis penelitian ini adalah Correlational Study yang dilaksanakan di Puskesmas Payung Sekaki. Penelitian ini melibatkan 40 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Hasil Hubungan tingkat pengetahuan dengan keaktifan kunjungan Posyandu Lansia di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru menunjukkan nilai signifikansi 0,482 (P > 0,05). Dengan demikian, H0 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan keaktifan kunjungan Posyandu Lansia di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Kesimpulan :Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan keaktifan kunjungan Posyandu Lansia di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Untuk meningkatkan keaktifan lansia dalam mengikuti kegiatan Posyandu, diperlukan pengetahuan yang baik, dukungan keluarga, serta motivasi dari lansia itu sendiri</p>2025-12-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 As-Shiha: Jurnal Kesehatanhttps://ejurnal.umri.ac.id/index.php/JKU/article/view/11145Penerapan Terapi Musik Klasik Lullaby Untuk Mengurangi Kecemasan Pada Ibu Hamil Trimester III Di Wilayah Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru2026-02-23T16:28:45+07:00Maswarnimaswarni@umri.ac.idEsti Setiya Watimaswarni@umri.ac.id<p>Classical lullaby music therapy involves slow-tempo tracks with gentle melodies, designed to help reduce anxiety, particularly in third-trimester pregnant women.Research Objective: This study examines the application of classical lullaby music therapy to alleviate anxiety among third-trimester pregnant women in the Puskesmas Payung Sekaki area, Pekanbaru City.Research Method: The study employed a case study approach with two respondents exhibiting varying levels of anxiety.Research Findings: The results demonstrated a significant reduction in anxiety levels and blood pressure for both respondents. Blood pressure shifted from severe to mild and normal categories. Specifically, Respondent 1's anxiety score dropped from 29 (severe) to 10 (mild), while Respondent 2's score decreased from 23 (severe) to 10 (mild).Conclusion: Regular use of classical lullaby music therapy proved effective in lowering anxiety levels in third-trimester pregnant women, offering a practical self-administered option for patients<em> </em></p>2025-12-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 As-Shiha: Jurnal Kesehatan