Penguatan Kapasitas Masyarakat Desa 3T Melalui Pendekatan Smart Village 6 Pillar Di Desa Sokop Kepulauan Meranti
DOI:
https://doi.org/10.37859/abdimasekodiksosiora.v6i1.12511
Abstract
Pembangunan di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) masih terkendala oleh hambatan geografis, aksesibilitas, serta rendahnya nilai tambah komoditas lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas masyarakat Desa Sokop, Kabupaten Kepulauan Meranti, melalui penerapan kerangka kerja Smart Village 6 Pilar yang diadaptasi secara kontekstual. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yang dilaksanakan dalam dua fase visitasi lapangan serta didukung oleh mekanisme pendampingan jarak jauh. Hasil intervensi menunjukkan: 1) Pilar Ekonomi Cerdas berhasil menginisiasi hilirisasi sagu melalui diversifikasi produk (mie dan kerupuk sagu) serta perbaikan kemasan untuk meningkatkan posisi tawar UMKM/KWT; 2) Pilar Masyarakat dan Tata Kelola Cerdas meningkatkan minat baca anak melalui revitalisasi Pojok Baca Desa (>100 buku) dan mengefisiensikan pelayanan publik menggunakan Sistem SAJI (administrasi digital terintegrasi); 3) Pilar Living dan Lingkungan Cerdas meningkatkan kesadaran sanitasi berbasis jamban sehat lahan gambut serta pencegahan stunting melalui gizi keluarga; dan 4) Pilar Mobilitas Cerdas mewujudkan Center of Excellence (CoE) Digital UMRI-Sokop sebagai hub pendampingan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekayasa manajemen adaptif pada kerangka Smart Village efektif mendorong kemandirian masyarakat di wilayah pesisir 3T.











.jpg)