Inovasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Budidaya Maggot: Studi KKNMas Kampung Buatan Baru

Authors

  • Faqih Nur Rosyiddin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Fina Asmul Fuzi Yanti Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Rama Liyya Universitas Muhammadiyah Cirebon
  • Anggri Satria Pranata Universitas Muhammadiyah Riau
  • Dini Pratanti Universitas Muhammadiyah Riau
  • Endang Fuji Astutik Universitas Muhammadiyah Riau
  • Melisa Pratiwi Universitas Muhammadiyah Riau
  • Muhammad Hadi Abdullah Harahap Universitas Muhammadiyah Riau
  • Nico Pratama Universitas Muhammadiyah Riau
  • Salsabila Salty Universitas Muhammadiyah Riau
  • Silvia Novelda Universitas Muhammadiyah Riau
  • Salman Salman Universitas Muhammadiyah Riau
Keywords: Sampah Rumah Tangga, Black Soldier Fly, Pengelolaan Sampah, Pemberdayaan Masyarakat

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi isu serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Mayoritas sampah yang dihasilkan adalah organik, yang apabila tidak dikelola berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (KKNMAs) 2025 di Kampung Buatan Baru dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik berbasis budidaya Black Soldier Fly (BSF) atau maggot. Metode pelaksanaan bersifat partisipatif melalui tahapan observasi, budidaya maggot, sosialisasi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi dengan melibatkan ±40 warga dari Dusun 1–4. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa larva BSF mampu mereduksi sampah organik rumah tangga hingga 50–70% serta menghasilkan maggot bernutrisi tinggi (40–50% protein dan 25–30% lemak) yang berpotensi dijadikan pakan alternatif ternak. Dari sisi edukasi, terjadi peningkatan pemahaman masyarakat dari 40% sebelum kegiatan menjadi 85% setelah sosialisasi dan pendampingan. Dampak lain yang muncul adalah terbukanya peluang ekonomi berbasis maggot serta kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara lebih berkelanjutan. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan solusi lingkungan, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal sekaligus mendukung pencapaian SDGs poin 11 (Sustainable Cities and Communities) dan poin 12 (Responsible Consumption and Production).

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-12-01