Inovasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Budidaya Maggot: Studi KKNMas Kampung Buatan Baru
Abstract
Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi isu serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Mayoritas sampah yang dihasilkan adalah organik, yang apabila tidak dikelola berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (KKNMAs) 2025 di Kampung Buatan Baru dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik berbasis budidaya Black Soldier Fly (BSF) atau maggot. Metode pelaksanaan bersifat partisipatif melalui tahapan observasi, budidaya maggot, sosialisasi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi dengan melibatkan ±40 warga dari Dusun 1–4. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa larva BSF mampu mereduksi sampah organik rumah tangga hingga 50–70% serta menghasilkan maggot bernutrisi tinggi (40–50% protein dan 25–30% lemak) yang berpotensi dijadikan pakan alternatif ternak. Dari sisi edukasi, terjadi peningkatan pemahaman masyarakat dari 40% sebelum kegiatan menjadi 85% setelah sosialisasi dan pendampingan. Dampak lain yang muncul adalah terbukanya peluang ekonomi berbasis maggot serta kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara lebih berkelanjutan. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan solusi lingkungan, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal sekaligus mendukung pencapaian SDGs poin 11 (Sustainable Cities and Communities) dan poin 12 (Responsible Consumption and Production).











.jpg)