AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI PENGELOLAAN KEUANGAN MESJID DI KOTA PEKANBARU

  • Muhammad Ahyaruddin Universitas Muhammadiyah Riau
  • Evi Marlina Universitas Muhammadiyah Riau
  • Zul Azmi Universitas Muhammadiyah Riau
  • Adriyanti Agustina Putri Universitas Muhammadiyah Riau
  • Della Hilia Anriv Universitas Muhammadiyah Riau
  • Isran Bidin Universitas Muhammadiyah Riau
  • Agustiawan agus Universitas Muhammadiyah Riau
  • Nadia Fathurahmi Lawita Universitas Muhammadiyah Riau
Keywords: Akuntabilitas, Transparansi, Pengelolaan Keuangan, Akuntansi Mesjid

Abstract

Masjid sering menjadi sorotan masyarakat dalam hal keterbukaan mengenai dana sumbangan masjid yang diberikan para donatur. Dengan demikian, secara tidak langsung pengelola masjid berusaha untuk menyampaikan informasinya yang dapat meningkatkan akuntabilitasnya dan kesuksesan organisasi meskipun informasi tersebut tidak diwajibkan. Akuntabilitas inilah yang akan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Penerapan akuntansi merupakan bentuk akuntanbilitas dan transparansi yang dapat mempersempit kesenjangan informasi antara pengelola masjid dengan masyarakat. Masjid merupakan salah satu organisasi non profit. Akuntansi untuk organisasi non profit telah diatur oleh Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45. PSAK No. 45 menghendaki penerapan akuntansi aktual bagi organisasi non profit.Permasalahan yang selama terjadi di masyarakat adalah kurangnya kesadaran masyarakat (jamaah) tentang pentingnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan masjid serta pencatatan keuangan mesjid yang hanya menggunakan proses manual dan tidak didukung dengan teknologi system infromasi. Pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan mesjid. Kegiatan ini dilakukan di mesjid Darul Ihsan Kelurahan Delima Kecataman Tampan Kota Pekanbaru. Pendekatan yang dilakukan adalah workshop dan pelatihan, yaitu dengan memberikan penjelasan materi secara tutorial dan diskusi serta memberikan contoh pembuatan laporan keuangan mesjid yang baik dan benar sesuai dengan standar akuntansi.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Muhammad Ahyaruddin, Universitas Muhammadiyah Riau

Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Evi Marlina, Universitas Muhammadiyah Riau

Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Zul Azmi, Universitas Muhammadiyah Riau

Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Adriyanti Agustina Putri, Universitas Muhammadiyah Riau

Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Della Hilia Anriv, Universitas Muhammadiyah Riau

Prodi Akuntasni, Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Isran Bidin, Universitas Muhammadiyah Riau

Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Agustiawan agus, Universitas Muhammadiyah Riau

Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Nadia Fathurahmi Lawita, Universitas Muhammadiyah Riau

Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis

References

[1] Booth, P., (1993). “Accounting
in churches: a research
framework and agenda.
Accounting Auditing and
Accountability Journal, Vol. 6,
No.4. pp 37-67.
[2] Dewan Standar Akuntansi
Keuangan. (2009).
StandarAkuntansi Keuangan
Entitas Tanpa Akuntabilitas
Publik. IkatanAkuntan
Indonesia. Jakarta.
Published
2017-05-27
Abstract views: 150 , PDF downloads: 300